Argentina memancing kemarahan rivalnya, Inggris, dengan sebuah keputusan bersejarah pada Kamis hari ini, yang diperkirakan akan memicu kontroversi besar dalam beberapa jam ke depan.
Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026, dalam sebuah pertandingan yang menyisakan kemarahan besar di Inggris.
Para pemain Argentina mengangkat sebuah spanduk di atas lapangan usai kemenangan mereka atas Inggris yang bertuliskan "Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina". Argentina menyebut Kepulauan Falkland dengan nama "Kepulauan Malvinas".
Aksi ini memicu kemarahan luar biasa di Inggris, dan pemerintah Kerajaan Inggris meminta Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menyelidiki persoalan tersebut.
Hari ini, menurut jaringan " espn", Federasi Sepak Bola Argentina secara aklamasi menyetujui penetapan tanggal 15 Juli sebagai "Hari Tim Nasional Sepak Bola" untuk memperingati kemenangan atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026.
Setelah tertinggal 1-0 hingga menit ke-85, Argentina bangkit dan meraih kemenangan 2-1 atas Inggris untuk melaju ke final untuk kedua kalinya secara beruntun di Piala Dunia.
Federasi Sepak Bola Argentina menyatakan dalam pernyataan resmi: "Tanggal ini dipilih untuk memperingati kemenangan bersejarah dan luar biasa timnas Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026".
Kemenangan atas Inggris menghidupkan kembali klaim historis Argentina atas Kepulauan Falkland, yang berjarak sekitar 8.000 mil dari Inggris Raya dan 300 mil dari daratan utama Argentina.
Presiden Argentina, Javier Milei, menggambarkan perayaan para pemain dengan spanduk itu sebagai hal yang "benar-benar tepat", dan mengatakan bahwa pesan tersebut "mencerminkan perasaan bersama seluruh rakyat Argentina", meskipun ia memperkirakan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akan menghukum tim tersebut dengan denda.
