Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

alt
Paredes Spagna ArgentinaGetty Images

Diterjemahkan oleh

Pernyataan Resmi FIFA Menyusul Insiden Kekerasan di Final Piala Dunia

Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) mengumumkan pembukaan investigasi atas potensi pelanggaran disipliner yang dilakukan timnas Argentina, menyusul kekalahan mereka di final Piala Dunia dari timnas Spanyol.

FIFA menunjuk seorang jaksa untuk urusan disipliner dan etik guna memeriksa peristiwa yang terjadi di Stadion MetLife setelah pertandingan pada Minggu.

Sejumlah pemain Argentina dan anggota staf teknis terancam hukuman berat jika terbukti bersalah, sementara Federasi Sepak Bola Argentina berisiko dikenai denda lagi.

FIFA menyatakan melalui pernyataan resmi: "Setelah menilai laporan pertandingan terkait final Piala Dunia antara Spanyol dan Argentina, dan sejalan dengan Pasal 36 dari Kode Disiplin FIFA, Komite Disiplin telah menunjuk seorang jaksa disiplin dan etik untuk menyelidiki potensi pelanggaran kode terkait peristiwa pascapertandingan."

Pernyataan itu menambahkan: "Rincian tambahan akan disampaikan oleh Komite Disiplin FIFA segera setelah laporan jaksa selesai disusun."

Timnas Argentina kembali menuai kritik karena gaya bermain yang keras selama kekalahan dengan skor (1-0), di mana Enzo Fernandez diusir keluar lapangan setelah menerima dua kartu kuning menjelang akhir waktu normal. Setelah pertandingan berakhir, Nahuel Molina memukul dada pemain bernama Rodri saat berlari merayakan di depannya, sementara asisten pelatih Argentina Roberto Ayala terlibat cekcok dengan Dani Olmo.

Leandro Paredes juga tampaknya diusir setelah peluit akhir usai mencengkeram leher bek Spanyol Eric Garcia, namun status pengusiran itu belakangan dihapus dari catatan resmi FIFA, di mana FIFA menegaskan tidak ada tindakan disipliner yang benar-benar diambil terhadap gelandang tersebut selama momen seusai pertandingan.

Sebagai akibatnya, setiap larangan bermain atau hukuman terhadapnya akan bergantung pada investigasi retroaktif yang mungkin dibuka oleh Komite Disiplin FIFA.

FIFA juga menegaskan pekan lalu bahwa pihaknya sedang menilai laporan pertandingan semifinal melawan Inggris menyusul kontroversi seputar Kepulauan Falkland.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google