Ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, mengeluarkan komentar setelah FIFA mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo. Ia lega Indonesia tidak dijatuhi hukuman dari FIFA imbas tragedi Kanjuruhan.
Selain memastikan Indonesia tak dihukum, dalam surat tersebut juga disebut FIFA bakal berkolaborasi dengan konfederasi sepakbola Asia (AFC) untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan PSSI.
Tujuan dari kerja sama tersebut untuk mengatasi masalah yang memicu tragedi Kanjuruhan tak terulang lagi. Hal tersebut diharapkan bisa membantu reformasi sepakbola Indonesia.
"Alhamdulillah, melalui Presiden Republik Indonesia, FIFA sudah memberikan pernyataan resmi bahwa Indonesia tidak terkena hukuman efek dari insiden Kanjuruhan," kata Iriawan.
"PSSI selalu intens berkomunikasi dengan FIFA dan AFC. Pada minggu depan, delegasi FIFA dan AFC akan berkunjung dan berdiskusi dengan PSSI untuk mengambil langkah-langkah transformatif seperti yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia," Iriawan menambahkan.
Tragedi Kanjuruhan menjadi sejarah kelam sepakbola Tanah Air. 131 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya dirawat di sejumah rumah sakit.
Pemerintah pusat bergerak cepat untuk menuntaskan tragedi Kanjuruhan dengan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dipercaya sebagai ketua.
Sejauh ini Polri telah menetapkan enam tersangka dari tragedi Kanjuruhan. Satu di antaranya adalah direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita.


