Presiden Konfederasi Sepakbola Afrika, Patrice Motsepe, mengungkapkan sikap CAF terkait keputusan yang dinantikan mengenai sengketa gelar Piala Afrika 2025, seraya menegaskan bahwa berkas tersebut kini sepenuhnya berada di tangan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Motsepe mengatakan, dalam konferensi pers yang digelarnya hari Rabu ini di Johannesburg, bahwa CAF menunggu keputusan akhir dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) mengenai identitas juara Piala Afrika, seraya menegaskan bahwa federasi tidak dapat mengambil langkah apa pun sebelum putusan dikeluarkan.
Ia menambahkan: "Kami menunggu keputusan akhir dari Pengadilan CAS mengenai pemenang gelar Piala Afrika. Tidak ada yang bisa kami lakukan, kami menunggu keputusan-keputusan tersebut dan akan menerapkannya kepada semua pihak."
Baca juga: Tak cukup mempermalukannya di Piala Dunia.. Mbappe membuka front baru dengan Messi
Baca juga: Setelah teori konspirasi berkobar.. ayah bintang Argentina menjelaskan pesan misterius Messi
Kalangan sepakbola Afrika menantikan putusan akhir dari CAS yang akan memutuskan sengketa seputar gelar Piala Afrika 2025, setelah Komite Banding di Konfederasi Sepakbola Afrika membatalkan keputusan tingkat pertama dan menganugerahkan gelar tersebut kepada Maroko dengan hasil sanksi (3-0) atas Senegal pada Maret lalu.
Keputusan itu diambil karena mundurnya para pemain Senegal dari lapangan untuk sementara selama waktu tambahan pertandingan final sebagai protes atas pemberian penalti untuk Maroko.
Federasi Sepakbola Senegal kemudian menolak keputusan tersebut, dan menganggapnya tidak adil, sebelum mengajukan banding atasnya ke CAS.
