Otoritas pajak Inggris (HMRC) telah mengajukan permohonan kebangkrutan terhadap Jamie Carragher karena utang pajak yang belum dibayarkan, seperti dilaporkan antara lain oleh The Athletic. Mantan bek Liverpool berusia 48 tahun itu hadir di pengadilan pada Rabu setelah HMRC mengajukan perkara tersebut.
Permohonan kebangkrutan di Inggris digunakan untuk menagih sejumlah tunggakan melalui pengadilan. Menurut HMRC, prosedur semacam itu baru ditempuh ketika upaya lain untuk menyelesaikan utang pajak tidak membuahkan hasil.
Mengenai situasi pribadi Carragher, otoritas pajak itu tidak ingin menjelaskan lebih jauh secara substansial karena aturan yang berlaku terkait privasi dan kerahasiaan. Namun, HMRC memberikan penjelasan umum kepada The Athletic mengenai cara kerja dalam kasus-kasus seperti ini.
“Kami menerapkan pendekatan yang suportif kepada pelanggan yang memiliki utang pajak dan melakukan segala hal untuk membantu orang-orang yang berdialog dengan kami keluar dari utang, misalnya dengan menawarkan skema pembayaran,” kata seorang juru bicara. “Kami hanya mengajukan kebangkrutan sebagai upaya terakhir.”
Sumber-sumber yang mengetahui situasi tersebut, menurut The Athletic, memperkirakan persoalan ini akan segera diselesaikan. Karena itu, mereka juga tidak menduga bahwa kasus ini pada akhirnya benar-benar akan berujung pada pernyataan bangkrut terhadap Carragher.
Carragher menghabiskan seluruh karier profesionalnya di Liverpool dan bermain selama 17 tahun di tim utama klub raksasa Inggris tersebut. Mantan bek itu mencatatkan 737 pertandingan resmi untuk The Reds dan juga 38 kali mengenakan jersey tim nasional Inggris.
Bersama Liverpool, Carragher antara lain menjuarai Liga Champions pada 2005 dan Piala UEFA pada 2001. Ia juga meraih beberapa trofi lain sepanjang karier panjangnya, sebelum akhirnya mengakhiri karier aktifnya pada 2013.
Sejak pensiun sebagai pesepakbola, Carragher berkembang menjadi salah satu analis paling dikenal dalam sepakbola Inggris. Ia bekerja untuk Sky Sports dan CBS Amerika Serikat, serta juga rutin terdengar di Stick to Football, podcast milik perusahaan produksi Gary Neville, The Overlap.

