Aissa Mandi Lionel Messi Imago

Diterjemahkan oleh

'Perlakuan istimewa' yang diterima Messi saat melawan Aljazair menimbulkan kontroversi

Asosiasi Sepak Bola Aljazair telah mengajukan keluhan resmi kepada FIFA terkait kekalahan mereka dalam pertandingan Piala Dunia melawan Argentina. Tim Afrika tersebut kalah 0-3 pada hari Selasa, namun berpendapat bahwa beberapa keputusan wasit telah sangat memengaruhi jalannya pertandingan.

Terutama pelanggaran keras yang dilakukan Lionel Messi menimbulkan banyak kekecewaan di Aljazair. Kapten tim Argentina itu menendang betis bek Aïssa Mandi dengan kaki terentang di pertengahan babak pertama, namun wasit Szymon Marciniak membiarkan permainan berlanjut dan VAR pun tidak turun tangan: Messi tidak mendapat kartu.

Menurut sumber di dalam Federasi Sepak Bola Aljazair, insiden tersebut menjadi inti dari pengaduan yang diajukan ke FIFA. Federasi tersebut berpendapat bahwa Messi seharusnya dikeluarkan dari lapangan atas aksinya tersebut.

"Keluhan tersebut terutama berkaitan dengan tekel yang dilakukan Messi, yang menurut semua orang layak mendapat kartu merah," kata seorang sumber di dalam Federasi Sepak Bola Aljazair kepada AFP. Messi mencetak hat-trick dalam pertandingan tersebut.

Asosiasi Sepak Bola Aljazair menyatakan bahwa masih ada dua pelanggaran berat lainnya yang tidak mendapat sanksi selama pertandingan fase grup di Piala Dunia tersebut.

"Ada juga dua insiden yang melibatkan siku. Keduanya seharusnya berujung pada kartu merah," lanjut sumber tersebut. Menurut Reuters, salah satu insiden tersebut terkait dugaan sikutan yang dilakukan oleh Alexis Mac Allister.

Aljazair menekankan bahwa pengaduan ini tidak dimaksudkan untuk mempertanyakan prestasi olahraga Argentina. Namun, federasi tersebut berpendapat bahwa wasit telah gagal bertindak pada momen-momen krusial dalam pertandingan.

“Kami tidak mengatakan bahwa Argentina tidak memiliki tim yang kuat, tetapi kami tidak bisa berdiam diri menghadapi ketidakadilan,” kata mereka. “Ada tiga insiden yang sangat jelas dan VAR tidak mengambil tindakan.”

Iklan