LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Perubahan jadwal pertandingan perdana Liga 1 2019 yang meleset dari perkiraan memaksa pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra harus mengubah program tim agar pemain tidak dilanda kelelahan.
Sebelum kick-off Liga 1 diundur satu pekan, PSIS dijadwalkan bertemu Barito Putera pada 14 Mei. Namun berdasarkan draf jadwal terbaru, penundaan laga PSIS hanya berselang dua hari, dan menghadapi lawan berbeda, yakni tim tamu Kalteng Putra. Meski masih berupa draf, Jafri tak ingin mengambil risiko.
“Saat Liga ditunda, saya pikir jadwal kami tertunda seminggu menjadi tanggal 20. Ternyata kami harus bermain tanggal 16. Kami harus menyiasati. Yang jelas kami ingin pemain yang cedera harus sembuh, dan bisa kembali bermain,” ungkap Jafri.
Sementara itu, meski menelan kekalahan 1-0 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (4/5) malam WIB, di laga uji coba, Jafri menilai timnya mengalami peningkatan dibandingkan ketika dibekap PSS Sleman dengan skor yang sama.
“Dari dua pertandingan ada peningkatan dalam banyak hal, seperti konsisten bermain 90 menit. Hanya kami tidak bisa memanfaatkan semua peluang untuk menjadi gol, sehingga kami harus menerima kekalahan,” terangnya.
“Finishing memang sudah dibenahi, namun dengan kondisi seperti ini kami harus berlatih lagi. Peningkatan kami dibandingkan melawan Sleman adalah mental bertanding, transisi permainan menyerang dan bertahan. Kami bisa mencapai itu, meski belum 100 persen.”
“Arema sudah membuktikan sebagai juara Piala Presiden, mereka memiliki pemain yang sama bagusnya di semua posisi. Mereka mungkin akan lebih baik dibandingkan musim lalu. Tetapi yang pasti semua tim di Liga 1 juga bakal menampilkan permainan terbaik mereka untuk berprestasi.” (gk-48)
Goal Indonesia

