OLEH DONNY AFRONI & MUHAMMAD SHOLIHIN
Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago menilai pergantian pemain menjadi kunci utama atas keberhasilan mereka memecahkan rekor sempurna PSM Makassar di kandang setelah memaksa tim Juku Eja bermain imbang 1-1 kemarin.
Barito Putera sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Ferdinand Sinaga di babak pertama. Jacksen yang melihat anak asuhnya menemui jalan buntu, memasukkan David Laly, dan menarik keluar Paulo Sitanggang di paruh kedua. Hasilnya, David mampu mencetak gol untuk memaksa laga berakhir imbang.
SIMAK JUGA: Rene Alberts Maklumi PSM Tak Menang
“Kami manfaatkan kelemahan PSM. Saya memasang David Laly, karena kami awalnya memang sedikit tumpul di lini depan. Jadi untuk menambah sedikit dan menaikkan tensi, kami pasang David, dan itu cukup terbukti baik,” kata Pelatih asal Brasil ini.
“Ini hasil yang pastinya cukup baik bagi kami pasca-kekalahan dari Bali United. Kami pasti sudah lalukan semua persiapan sebelumnya dengan matang. Apalagi klub sekelas PSM, pasti sangat punya niat besar untuk dapat poin. Inilah hasil yang kami dapat.”
SIMAK JUGA: Barito Putera Bendung Laju PSM
Selain itu, Jacksen juga menganggap uji coba melawan PSM saat pramusim memberikan keuntungan tersendiri. Sebab, sedikit banyak ia sudah mengetahui permainan lawan, mengingat skuat Juku Eja tak berubah drastis.
“Kami bersyukur pernah beruji coba melawan PSM di pramusim, sehingga tahu kualitas tim ini. Kami memberikan informasi kepada pemain, dan mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan,” ujar Jacksen.
SIMAK JUGA: PREVIEW Liga 1: PSM – Barito Putera
Sementara David Laly mengatakan hal yang sama. Mantan penggawa Persib Bandung ini menilai, kekurangtajaman Barito Putera di awal babak pertama cukup memengaruhi penyelesaian akhir.
“Saya rasa coach memasukkan saya, karena sudah tahu dimana kelemahan tim lawan. Sesuai dengan instruksi dari coach, saya menjalankannya dengan baik. Jadi saya sudah tahu di mana saya harus ditempatkan,” ucap David. (gk-69)

