Takumi Minamino resmi meninggalkan Liverpool dan bergabung ke AS Monaco setelah klub Ligue 1 Prancis itu membayar uang sebesar €18 juta (£15,5 juta).
Pemain asal Jepang berusia 27 tahun itu akan melanjutkan kariernya di Prancis setelah dua setengah tahunnya di Anfield, dengan mencatatkan 55 penampilan di semua ajang kompetisi dan mencetak 14 gol.
Minamino, yang telah meneken kontrak empat tahun bersama AS Monaco, mengikuti jejak Sadio Mane dan Divock Origi yang sebelumnya sudah hengkang dari Liverpool.
Minamino tiba di Liverpool di pertengahan musim perebutan gelar Liga Primer Inggris 2019/20, dengan The Reds memanfaatkan klausul pelepasan dalam kontraknya dengan Salzburg.
Liverpool berhasil memboyong Minamino dengan harga €8,4 juta (£7,25 juta/$9 juta) dari Red Bull Salzburg pada Januari 2020.
Bersama tim Austria, Minamino tampil mengesankan lawan tim Jurgen Klopp dalam dua pertandingan grup Liga Champions dan dia dipandang sebagai rekrutan cerdas yang akan berkembang dengan baik di Inggris.
Namun, interupsi pandemi virus corona menghambat periode adaptasi Minamino secara signifikan, dan dia memiliki peluang yang terbatas selama 12 bulan pertamanya bersama klub.
Bahkan, Minamino sempat dipinjamkan ke Southampton pada hari terakhir jendela transfer Januari 2021. Ia membuat 10 penampilan di St Mary's, dengan mencetak dua gol, sebelum kembali ke Liverpool pada musim panas tahun lalu.
Pada musim 2021/22, Minamino memberi kontribusi besar dengan mencetak gol terbanyak di Carabao Cup dan Piala FA, dua gelar yang berhasil dimenangkan tim Klopp.
Minamino mencetak sepuluh gol di semua ajang kompetisi pada musim lalu, jumlah gol yang hanya dilampaui Mohamed Salah, Sadio Mane, Diogo Jota, dan Roberto Firmino, namun kedatangan Darwin Nunez dan Fabio Carvalho, serta Luis Diaz pada Januari, membuat peluangnya pada musim mendatang menjadi terbatas.
Minamino sudah hengkang, seperti yang ditunjukkan dalam pengumuman resmi Liverpool, "telah meninggalkan kesan abadi pada rekan-rekan satu tim, para pelatih, dan daftar penghargaan klub", tanpa pernah secara konsisten meningkatkan penampilannya di Salzburg.




