Krisis di klub Super Liga Slowakia, FK Senica, makin dalam setelah direktur olahraga David Balda dan manajemen sepakat mengakhiri kerja sama, Rabu (93/) malam WIB.
Balda merupakan sosok yang tak asing bagi publik sepakbola nasional. Sebab, Balda memegang peranan penting untuk mendatangkan dua pemain Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman bergabung dengan klub tersebut.
Kepastian Balda tidak menjadi bagian dari manajemen Senica lagi telah diumumkan secara resmi. Namun tidak disebutkan alasan pasti penyebab Balda memilih meninggalkan Senica di tengah klub sedang dilanda krisis.
“Manajemen Senica dan direktur David Balda telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama. Kami mengucapkan terima kasih kepada Balda, dan semoga dia meraih kesuksesan dalam karir dan kehidupan pribadi,” demikian pernyataan manajemen melalui laman resmi klub.
Seperti halnya Senica, Balda juga tidak mengungkapkan alasan dirinya hengkang dari klub. Dalam insta story Balda, ia hanya menyampaikan ucapan terima kasih serta memasang emoji bendera Slowakia dan Indonesia.
“Saatnya untuk mengucapkan salam perpisahan kepada klub favorit saya FK Senica,” tulis Balda. “Terima kasih atas segala kesempatan yang diberikan, dan semoga sukses di musim tersisa.”
“Hari ini kami sepakat bahwa saya akan meninggalkan peran saya secepat mungkin. Saya merasa itu merupakan yang terbaik buat klub untuk saat ini.”
Peran Balda terhadap karir Egy dan Witan di Slowakia sangat besar. Bahkan sebelum perpanjangan kontrak Egy dilakukan pada Januari 2022, jajaran direksi Senica telah menyerahkan negosiasi kepada Balda, karena pria tersebut dianggap mempunyai peranan besar mendatangkan Egy usai kontraknya selesai bersama klub Polandia, Lechia Gdansk berakhir.
Bukan itu saja, keberadaan Egy dan Witan turut membantu mengurangi beban finansial klub. Balda sempat menyatakan, keberadaan dua penggawa Indonesia ini dimaksimalkan Senica untuk mengeruk euro melalui media sosial. Senica mempunyai 216 ribu pengikut di Instagram, serta 115 ribu di YouTube.
Senica saat ini sedang berjuang menghindari ancaman degradasi, dan berusaha mengurangi utang klub yang mencapai hampir satu juta euro. Lisensi mereka juga terancam untuk ambil bagian di kompetisi musim depan.
