Direktur olahraga Borussia Dortmund Michael Zorc membalas petinggi Paris Saint-Germain Leonardo yang mengklaim tim-tim Bundesliga Jerman merecoki klub-klub Ligue 1 Prancis untuk mencari pemain muda.
Produk akademi PSG seperti Christopher Nkunku (RB Leipzig) dan Moussa Diaby (Bayer Leverkusen) telah meninggalkan Parc des Prince pada musim panas lalu ke Bundesliga sementara Bayern Munich berhasil menggaet Tanguy Kouassi yang tidak meneken kontrak di Paris.
Situasi tersebut diangkat oleh Leonardo ketika diwawancara Le Parisien.
"Tim-tim Jerman, terutama Bayern Munich, RB Leipzig dan Borussia Dortmund tidak henti memboyon pemain muda dari Prancis. Aksi itu membahayakan akademi-akademi di Prancis dan jadi masalah besar," keluhnya.
"Mereka menguhubungi orang tua, kawan, keluarga para pemain. Pada usia 15 atau 16 fokus para pemain muda ini dialihkan. Mungkin harus ada perubahan regulasi untuk melindungi klub-klub Prancis."
Zorc yang pernah mendatangkan Dan-Axel Zagadou ke BVB dari tim cadangan PSG pada 2017 menyebut pandangan Leonardo keliru.
"Kenyataannya kebalikan dari yang dia gambarkan. Kami secara aktif dihubungi oleh keluarga atau agen pemain Prancis karena mereka melihat ada kesempatan yang lebih baik untuk tampil di tim utama. Mereka juga melihat ada potensi pengembangan pemain muda yang lebih baik," cetusnya.
Sementara itu Markus Kroesche, direktur olahraga RB Leipzig memberikan pandangan yang lebih bijak.
"Prancis adalah juara dunia dan seperti Jerman negara besar. Akan menjadi sikap keliru jika tidak mengarahkan radar ke sana," tuturnya.
Hubungan BVB dan Dortmund menjadi kurang harmonis sejak pertemuan mereka di Liga Champions.
Setelah menang di leg pertama di Jerman, Dortmund ditenggarai mengejek PSG yang memberikan reaksi di atas lapangan dengan meraih kemenangan 2-0 di Parc des Princes untuk lolos ke perempat-final Liga Champions.




