Mantan bintang Arsenal per Mertesacker menyebut dirinya sebagai 'pembelian panik' Arsenal di bursa transfer musim panas 2011.
Dianggap memiliki jiwa kepemimpinan dan kualitas top, ketika itu Mertesacker didatangkan ke Emirates Stadium dari Werder Bremen.
Pada akhirnya Mertesacker memang berhasil menjawab segala ekspektasi di London utara, kualitas dan kepemimpinannya memang menjadi hal yang begitu dibutuhkan oleh Arsenal.
Akan tetapi, Mertesacker yang sekarang bertugas di sistem akademi Arsenal menyebut jika kepindahannya ke London adalah pembelian panik yang mungkin tidak akan pernah terjadi pada situasi yang berbeda.
"Saya menganggap diri sendiri sebagai pembelian panik. Saya tidak punya masalah apapun soal itu karena terkadang di periode transfer segalanya terjadi secara tergesa-gesa," tuturnya di Lockdown Podcast.
"Sepakbola itu terburu-buru, terutama ketika bursa transfer akan ditutup. Ada kalanya Arsenal hanya punya dua atau tiga hari untuk melakukan perubahan pada skuad."
"Bagi saya, untuk bergabung ke tim Inggris, tim Inggris favorit saya dan bermain di Liga Primer adalah sesuatu yang tidak dapat ditolak."
"Di tiga hari terakhir, saya sedang bersama timnas Jerman dan saya harus meminta izin pada Joachim Low untuk terbang ke London melakukan tes medis. Ketika itu saya bertemu dengan Andre Santos, Yossi Benayoun, Mikel Arteta dan Park Chu-young."
"Situasinya kacau, dan terburu-buru. Saya tidak peduli. Saya hanya senang karena Arsene Wenger menghubungi dan berbicara kepada saya dalam bahasa Jerman. Saya sulit mempercayai itu."
"Dalam tiga hari segalanya seperti tidak nyata. Menolak klub seperti Arsenal? Saya akan dengan senang hati bergabung lagi dengan tim ini di situasi yang sama."




