Pep Lijnders menyatakan, intuisi Diego Jota di dalam kotak penalti sangat sulit untuk dilatih, dan ia menganggap bintang Liverpool itu pada level teknis yang sama dengan Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino.
Sejak bergabung dengan The Reds dari Wolves dengan harga £41 juta ($57 juta) di jendela transfer musim dingin, Jota memiliki dampak yang langsung di Anfield, meski performa Liverpool timpang pada musim 2020/21.
Jota juga menambahkan kedalaman yang lebih dalam ke barisan serangan all-star, dengan Lijnders dibuat kagum atas seberapa cepat dia beradaptasi dengan sistem Jurgen Klopp.
"Jota berada di level teknis yang sama dengan tiga pemain depan kami. Saya katakan ini sebelumnya dan seluruh dunia melihatnya. Cepat dan langsung ada di pikiran adalah kombinasi yang mematikan bagi seorang striker. Ia memiliki arah dalam permainannya," ujar Lijnders di laman resmi klub.
"Diogo mengerti bahwa ini bukan tentang dia, Ini adalah tentang dia, Sadio, Bobby, Mo, tentang kebersamaan. Beradaptasi dengan gaya menekan kami tidaklah mudah, tapi itu berjalan dengan sangat alami."
"Ini menunjukkan seberapa cepat dia beradaptasi dengannya. Ini hanyalah kualitas murni sebagai pemain tim dan sebagai pribadi."
"Ia memiliki posisi ini di kotak penalti ketika dia sering berada di tempat yang tepat. Intuisi di dalam kotak ini, naluri murni ini, adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dilatih. Saya masih merasa sangat sulit untuk melatih atribut itu."
Jota mencetak sembilan gol dari 17 pertandingan pertama di berbagai ajang kompetisi untuk Liverpool, termasuk hat-trick lawan Atalanta di putaran grup Liga Champions."
Namun, kemajuan Lijnders terhenti akibat cedera lutut yang serius pada awal Desember. Ia kembali beraksi dari bangku cadangan selama kekalahan di kandang di tangan Chelsea pada awal bulan.
Jota kembali beraksi dengan mencetak gol dalam kemenangan lawan Wolves di Molineux di pertandingan terakhir Liverpool jelang jeda internasional.
Jota berpeluang tampil lagi ketika Liverpool berkunjung ke Emirates Stadium untuk menghadapi Arsenal pada 3 April.
Tiga hari berselang, Jota akan menghadapi Real Madrid di Spanyol di leg pertama babak perempat-final Liga Champions.


