Pep Guardiola tidak lupa tugas utama yang diberikan saat pertama kali bergabung ke Manchester City dari Bayern Munich pada 2016 - juara Liga Champions atau dianggap tidak sepenuhnya sukses.
Setelah menendang Borussia Monchengladbach di babak 16 besar, manajer asal Spanyol tersebut mengaku beban itu masih melekat dan sekarang dia mencoba mematahkan kutukan perempat-final dengan skuad terbaik City.
Guardiola menyadari betul jika berjaya di Eropa sangat penting bagi City yang telah memenangkan 24 dari 25 pertandingan di semua kompetisi, namun besar kemungkinan mereka akan bertemu dengan raksasa Benua Biru lainnya di babak delapan besar.
"Sejak dari tahun pertama kedatangan saya, mereka mengatakan saya harus membawa tim menjuarai Liga Champions," kata Guardiola.
"Itu selalu menjadi beban kami, tetapi bukan seesuatu yang saya khawatirkan. Jika Anda memang pantas, maka Anda akan mendapatkannya. Jika tidak, maka tidak."




"Saya tidak memikirkan semi-final. Saya hanya memikirkan cara bermain bagus di leg pertama dan kedua."
"Ketika Anda berpikir akan menang, maka Anda akan lupa pada segala tugas seperti menganalisis lawan, melihat perkembangan tim, cara bermain, prinsik lub dan mencoba bermain dengan bagus. Itu yang saya khawatirkan."
"Tetapi berdasar itu pula, sekarang saya lebih terkesan dan bahagia melihat para pemain pada musim ini. Kami unggul 14 poin di Liga Primer, ada di final Piala Carabao dan perempat-final Liga Champions,terakhir mencoba lolos ke semi-final Piala FA."
"Kondisi itu bukan hanya tentang menang di perempat-final atau 16 besar. Tetapi berarti dalam sembilan atau sepuluh bulan, kami bermain setiap tiga hari dan selalu memperlihatkan yang terbaik."
"Tentu saja kami memburu gengsi, karena kami ada di sini untuk menang seperti halnya klub lain. Kami akan terus berusaha untuk menyambar gelar juara," tandasnya.
