Manajer Manchester City Pep Guardiola tidak terlalu yakin tim besutannya mampu mengulang sukses musim lalu ketika berhasil meraih treble, dan enggan memprediksi kans The Cityzen di 2023/24.
City sukses meraih tiga gelar di musim 2022/23, yakni tampil sebagai jawara Liga Primer, kampiun Piala FA, serta menjadi raja Eropa dengan mengalahkan Inter Milan di final Liga Champions.
Guardiola mengatakan, tantangan yang dihadapi anak asuhnuya pada musim ini lebih berat dibandingkan sebelumnya. Guardiola pun enggan membicarakan peluang City meraih hasil seperti musim lalu.
“Menurut saya, kami tidak mungkin melakukan apa yang kami lakukan musim lalu (Treble). Kami sudah mendaki gunung tertinggi musim lalu, tetapi kami sekarang sudah menuruni gunung itu,” ujar Guardiola dilansir laman Manchester Evening News.
“Kami memulai sama seperti tim lain. Mentalitas kami akan menentukan bagaimana musim akan berjalan. Setiap musim Anda memulai dari nol. Sejarah berbicara dengan sendirinya. Kami perlu mencoba, dan melakukan penampilan terbaik melawan Burnley, lalu Newcastle [United], dan kemudian Sheffield United.”
“Rasanya baru selesai kemarin, tapi kami mulai lagi. Kami mulai dari nol, dan menjalani pertandingan demi pertandingan. Tidak baik memikirkan gelar pada Agustus dan September. Kami akan menjalani hari demi hari, dan berusaha menjadi lebih baik setiap hari.”
Guardiola menambahkan, jumah pertandingan yang akan dilakoni City juga bakal lebih banyak dibandingkan konstestan lainnya, sehingga itu bisa memberikan pengaruh terhadap performa pemain dalam mengarungi musim.
“Tidak masalah untuk bermain sepakbola, tetapi kami tidak memiliki hari yang cukup. Ketika orang mengatakan kami bermain dalam kondisi yang sama dengan tim lain di Liga Primer, kami tidak melakukannya, karena kami memainkan lebih banyak pertandingan dibandingkan tim lain,” tutur Guardiola.
“Kami bermain lebih banyak. Kami akan bermain melawan Newcastle pada hari Sabtu, setelah menghadapi Sevilla pada hari Rabu. Kami tidak dapat memberikan hari libur buat para pemain.”
“UEFA memutuskan, FIFA memutuskan, Liga Primer memutuskan, dan klub-klub di Eropa memutuskan. Saya berpikir tidak ada yang akan berubah. Ketika mereka mengundang kami [manajer] ke pertemuan ini, kami sibuk dengan pertandingan yang harus dipersiapkan. Saya tidak punya waktu.”


