Manajer Manchester City Pep Guardiola mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah, karena perburuan gelar juara Liga Primer Inggris 2022/23 kini diikuti lima klub.
Sebelumnya, City dan Arsenal bersaing ketat memburu gelar. Namun sejak putaran kedua dimulai pada awal tahun ini, situasi mengalami perubahan drastis, menyusul performa bagus yang diperlihakan sejumlah tim.
Menurut Guardiola, Newcastle United yang berada di peringkat kelima masih masuk hitungan buat dirinya. The Magpies bakal menjadi lawan City pada akhir pekan ini di Stadion Etihad. Saat ini puncak klasemen masih digenggam Arsenal, diikuti City, Manchester United, Tottenham Hotspur, dan Newcastle.
“Ketika saya melihat permainan kami akhir-akhir ini, bagaimana kami berjuang, kami mencoba untuk bermain bagus, dan itu membuat saya merasa, oke kami akan berjuang sampai akhir,” ucap Guardiola dikutip laman Football London.
“Saya tahu betapa bagusnya Arsenal, betapa bagusnya Manchester United, dan Newcastle masih ada peluang. Kami tenang. Tapi, setelah meraih apa yang telah kami menangkan dalam beberapa tahun terakhir ini, kami masih mengincar tiga gelar, dan itu membuat saya sangat bangga.”
Guardiola menambahkan, memiliki sejumlah pemain berpengalaman belum menjadi jaminan City akan bisa menyalip Arsenal, dan mengangkat trofi di akhir musim. Juru taktik asa Spanyol ini mencontohkan final Liga Champions 2005 antara AC Milan dan Liverpool.
Saat itu, Milan yang diperkuat banyak pemain berpengalaman sempat mengungguli Liverpool dengan tiga gol, namun The Reds sukses membalikkan keadaan, dan akhirnya tampil sebagai juara setelah menang melalui adu penalti.
“Saya ingin bilang pengalaman adalah sebuah keuntungan, tetapi saya tidak tahu [pasti]. Saya selalu memberi contoh kepada pemain tentang final Liga Champions 2005, ketika Liverpool melawan AC Milan. Liverpool melakukan comeback itu,” ungkap Guardiola.
“Pada periode itu Milan memiliki susunan pemain paling berpengalaman yang pernah saya lihat dalam waktu lama: Paolo Maldini, Gennaro Gattuso, Cafu. Ketika Anda berpikir semuanya terkendali, itu dapat meninju wajah Anda, dan membuat Anda kembali ke kenyataan.”
