Pepp-Guardiola(C)GettyImages

Bos Man City Pep Guardiola Prihatin Lihat Manchester United Jadi Tim Medioker

Manajer Manchester City Pep Guardiola memberikan rasa simpati kepada tim rival satu kota, Manchester United, yang mengalami penurunan selepas Sir Alex Ferguson meninggalkan klub.

Hal itu diungkapkan Guardiola menjelang derbi Manchester, Minggu (3/3) malam WIB, di Stadion Etihad. Sejak Ferguson pensiun pada tahun 2013, United gagal menghadapi tantangan untuk meraih gelar juara di berbagai kompetisi.

Di lain sisi, dalam kurun waktu tersebut, City sudah enam kali menjadi juara, termasuk lima gelar dalam enam tahun terakhir di bawah asuhan Guardiola, yang musim lalu menyamai raihan treble United.

Saat ini City bersaing memperebutkan gelar juara dengan Liverpool dan Arsenal, sedangkan United yang berada di peringkat keenam klasemen sementara sedang berjuang agar bisa masuk ke zona kompetisi Eropa.

Dengan latar belakang tersebut, Guardiola memahami betapa sulitnya situasi ini bagi United setelah mereka mengalami perubahan dari periode dominasi yang berkelanjutan di bawah Ferguson menjadi sebuah tim bayang-bayang.

“Anda dituntut harus menang [bila bermain] di klub-klub besar. Tidak mudah bagi United untuk bangkit dari periode sukses yang luar biasa bersama Sir Alex, dan mengatasinya,” ujar Guardiola dikutip laman Mirror.

“Terkadang saya bisa memahaminya. Sebelumnya, di Inggris, dengan para manajer mereka lebih sabar. Saat ini, semua orang mendapat banyak tekanan.”

United kini berharap bisa kembali ke masa kejayaan seperti yang pernah mereka rasakan di era Ferguson. Guardiola menyebutkan kehadiran Sir Jim Ratcliffe bisa saja memberikan warna baru bagi United, namun enggan memberikan prediksi mengenai waktu kebangkitan United.

“Sir Jim Ratcliffe dan orang-orangnya tahu tentang klub mereka. [Sedangkan] Saya tidak tahu apa-apa. Jika mereka bilang butuh dua atau tiga tahun, siapakah saya untuk mengatakan sebaliknya?” ucap Guardiola.

“Saya cukup yakin mereka akan bekerja untuk mengurangi kesenjangan tersebut, namun saya tidak dapat memberikan jawaban, karena saya tidak ada di sana. Saya bukan orang yang tepat untuk bertanya tentang diagnosis di sana, tanyakan kepada orang-orang yang berada di dalam United setiap hari.”

Iklan
0