20210529 Pep GuardiolaGetty Images

Pep Guardiola: Berapa Final 'Juara-Gagal' & Trofi Dalam 12 Tahun Karier Manajerialnya?

Tak ada yang meragukan Pep Guardiola sebagai sosok manajer juara, karena memang rekam jejak kariernya menunjukkan hal tersebut.

Guardiola kini telah mengoleksi 24 trofi dalam karier manajerialnya sejauh ini, usai mengantarkan Manchester City meraih titel Liga Primer Inggris kelima dalam sejarah klub.

Di bawah asuhannya, The Cityzens menjelma sebagai kekuatan yang menakutkan. Trofi Liga Primer 2020/21 adalah yang ketiga dipersembahkan manajer asal Spanyol itu sejak mengambil alih kendali klub pada musim panas 2016.

Selama lima musim di Etihad Stadium, Guardiola juga telah membawa City meraih tujuh trofi lainnya - satu Piala FA, dua Community Shield, dan empat Piala Liga.

"Ini adalah musim dan gelar juara Liga Primer yang tidak seperti biasanya," kata Pep. "Musim ini yang tersulit. Kami akan selalu mengenang cara kami menjadi juara musim ini. Saya sangat bangga menjadi manajer di sini."

Selain 10 trofi bersama City, Guardiola juga memenangkan 21 trofi selama membesut Barcelona dan Bayern Munich.

Di Barcelona, di mana ia menghabiskan sebagian besar karier bermain dan memulai kiprah sebagai manajer pada 2012, Guardiola memenangkan 14 penghargaan utama, termasuk dua gelar Liga Champions, hanya dalam empat musim.

Setelah pindah ke Bayern pada 2013, ia kemudian membawa klub Jerman itu meraih tujuh trofi hanya dalam tiga tahun.

Secara total, pelatih berusia 50 tahun tersebut kini telah memenangkan 31 trofi sebagai manajer dalam 16 musim dan 740 pertandingan - yang setara dengan satu trofi setiap 24 pertandingan.

Menjuarai Liga Champions bersama City akan spesial bagi Guardiola, karena itu akan tertulis dalam buku sejarah klub. Kemenangan atas Chelsea di Lisbon, Minggu (30/5) akan menambah satu trofi ke lemarinya.

Akan tetapi, jika kalah, maka itu akan menjadi kekalahan kelima dalam 23 kesempatan yang pernah didapat oleh Guardiola. Tercatat ia sukses memenangkan 19 partai final dalam karier manajerialnya dan hanya empat kali kalah sejauh ini.

Kekalahan pertama Guardiola di final terjadi pada 20 April 2011. Saat itu, di ajang final Copa del Rey 2010/11, skuad Barcelona-nya harus menyerah dari Real Madrid gara-gara gol tunggal Cristiano Ronaldo di perpanjangan waktu.

27 Juli 2013 menjadi hari ketika Guardiola merasakan kekalahan keduanya di final. Debutnya sebagai pelatih Bayern tidak berjalan mulus, timnya kalah di panggung Piala Super Jerman dengan skor 3-2 melawan Borussia Dortmund.

Kegetiran lainnya terjadi setahun berselang, tepatnya pada 13 Agustus 2014, kembali Piala Super Jerman tidak bersahabat bagi Guardiola. Dortmund lagi-lagi menjadi penjegal langkah Bayern, menang 2-0 di Signal Iduna Park.

Yang terakhir pada 1 Agustus 2015, untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Super Jerman. Edisi ini mempertemukan Bayern dengan Wolfsburg di Volkswagen Arena, dengan The Bavarians menelan kekalahan usai drama adu penalti.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0