Manajer Manchester City Pep Guardiola menganggap pernyataan Jurgen Klopp mengenai perburuan gelar juara Liga Primer Inggris musim 2022/23 sebagai sikap merendah juru taktik Liverpool tersebut.
Dalam satu pekan ini, Klopp telah dua kali menyatakan Liverpool bukan sebagai salah satu tim yang bersaing dalam perburuan gelar juara, menyusul hasil buruk The Reds di awal musim.
Liverpool hanya mendapatkan masing-masing dua kemenangan dan kekalahan, serta empat kali seri, sehingga terdampar di peringkat sepuluh klasemen sementara dengan koleksi poin sepuluh.
Kendati demikian, Guardiola tidak sependapat dengan pernyataan Klopp. Menurut Guardiola, Liverpool tetap menjadi pesaing utama City. Apalagi liga baru menjalani sepuluh pertandingan.
“Mereka tetap [penantang gelar], dan akan selalu begitu. Saya tahu kualitas yang mereka miliki, karakternya. Jika ini sepuluh pertandingan tersisa, mungkin saya akan mengatakan mereka tidak bisa mengejar kami, tetapi sekarang apa pun masih bisa terjadi,” tutur Guardiola dikutip laman Manchester Evening News.
“Anda harus bersikap layaknya di level atas [saat bertanding], terutama saat tidak menguasai bola. Di Anfield, menang atau kalah, kami selalu bermain dengan kepribadian besar.”
Pada pertemuan kali ini, City bertandang ke Anfield, Minggu (16/10) malam WIB. Guardiola menilai stadion tersebut mempunyai aura tersendiri bagi setiap tim yang menghadapi Liverpool.
“Ini salah satu [stadion] terbesar, yang terbaik. Sangat senang berada di sana, dan menjadi bagian dari permainan. Ini pertandingan sepakbola, Liverpool adalah tim penting, itu terlihat dari kualitas yang mereka miliki,” imbuh Guardiola.
Guardiola menambahkan, kelayakan Liverpool sebagai pesaing bisa dilihat dari rekor pertemuan kedua tim dalam tiga pertandingan terakhir. Di EPL, mereka bermain bermain imbang. Sedangkan di final Piala FA 2021/22, dan pembuka tirai musim 2022/23, Community Shield, City menelan kekalahan.
“Dua bulan lalu, tiga bulan lalu, Liverpool berjuang untuk situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepakbola Inggris, berjuang untuk empat gelar,” ucap Guardiola.
“Mereka mendapatkan dua gelar, gagal satu (di EPL), karena selisih satu poin, dan di laga terakhir [2021/22], mereka memiliki lebih banyak tembakan tepat sasaran, lebih banyak peluang, lebih banyak segalanya daripada lawan.”


