GFX Manchester CityGetty Images

Pep Guardiola & Blunder Reaksi Krisis Pemain


OLEH    ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Hanya ada enam pemain cadangan yang dibawa Pep Guardiola saat Manchester City melakukan lawatan ke markas Burnley dalam lanjutan Liga Primer Inggris pada akhir pekan kemarin.

Jumlah yang tak ideal, mengingat sebenarnya operator Liga Primer mengizinkan maksimal tujuh pemain cadangan yang dibawa ke setiap pertandingan dan yang menarik, secara kebetulan, The Citizens meraih hasil tak optimal setelah dipaksa bermain imbang 1-1.

Memang, hasil imbang tersebut tak berpengaruh pada posisi klasemen City yang tetap duduk nyaman di puncak. Tapi menjatuhkan tiga poin di Turf Moor membuat selisih poin mereka dengan rival sekota, Manchester United di posisi kedua kini menjadi 13 poin.

Mungkin inilah kali pertama Guardiola mendapatkan kritikan atas penentuan komposisi skuatnya. Enam pemain cadangan menjadi isu tersendiri, namun sang manajer melakukan pembelaan: "Karena memang kami tak punya lagi pemain."

Leroy Sane Manchester City FA Cup 28012018Getty Images

Guardiola tak salah, City memang tengah memasuki fase krisis pemain dengan cedera yang menerpa sejumlah pilar mereka di antaranya David Silva, John Stones, Leroy Sane, Fabian Delph, Gabriel Jesus dan Benjamin Mendy.

Apakah itu sebagai bentuk kekecewaan gagal mendapatkan Riyad Mahrez dari Leicester City pada Januari kemarin? Entahlah. Namun yang pasti, jika itu benar, Guardiola harusnya bisa mengesampingkan egonya dengan mulai melirik penggawa muda dari akademi tim.

Sebenarnya sudah ada beberapa nama dari akademi yang masuk ke tim utama, yang paling menonjol adalah Tosin Adarabioyo, Brahim Diaz dan Phil Foden -- yang belakangan ikut dilanda cedera -- tapi dengan krisis pemain yang semakin mendalam, Guardiola sebenarnya diharapkan bisa menggali potensi lebih dalam.

GFX Manchester CityGoal Indonesia

Memaksimalkan potensi yang ada di akademi City menjadi harapan seluruh fans, apalagi kubu Manchester biru kini memiliki salah satu struktur pengembangan pemain usia muda terbaik di Inggris, yang dibangun dengan dana investasi melimpah Sheikh Mansour pada 2008 silam.

"Kami membangun sebuah struktur untuk masa depan, bukan sekadar tim yang dipenuhi bintang," demikian kata-kata Sheikh Mansour soal rencana besarnya, yang terpanpang jelas di dinding fasilitas mewah klub.

Sepuluh tahun berlalu dan City masih belum sepenuhnya menikmati hasil gemblengan akademi mereka. Harapan itu kini ada di pundak Guardiola, sama seperti yang pernah dilakukannya ketika di Barcelona dengan mengorbitkan nama-nama seperti Andres Iniesta, Xavi Hernandez hingga Lionel Messi dari La Masia, akademi klub Spanyol tersebut.

Memang tidak elok jika mengadili Guardiola sekarang ini, mengingat ia baru menjalani musim kedua dalam karier di City. Tapi jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Guardiola harus mulai lebih menaruh kepercayaan kepada para pemain muda.

Iklan
0