Penyerang Barito Putera Kahar Kalu Muzakkar, mengaku kesulitan beradaptasi dalam pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-22. Penyebabnya, karena kompetisi di Tanah Air, yang berhenti hampir satu tahun.
Terakhir kali Liga 1 dilangsungkan pada pertengahan Maret tahun lalu. PSSI terpaksa menghentikannya akibat pandemi virus corona melanda Indonesia.
Kahar jadi satu di antara dari 35 pemain yang dipanggil dalam TC timnas Indonesia U-22. Ia menggantikan Saddam Gaffar, yang tak bisa gabung lantaran mengikuti tes masuk TNI Angkatan Udara (AU).
"Kami di rumah selesai latihan tidak ada yang melihat. Berbeda dengan di tim kalau capai latihan pelatih tidak menghentikannya. Kalau di rumah cuma jogging, main fun football, atau silaturahmi dengan teman-teman yang ada di kampung sendiri," kata Kahar.
Berlatih di bawah kendali Shin Tae-yong, merupakan pengalaman baru untuk Kahar. Selama ini, pesepakbola berusia 21 tahun tersebut belum pernah merasakannya.
Pria asal Makassar tersebut menyatakan tidak masalah dengan intensitas latihan tinggi yang diberikan Tae-yong. Menurutnya, hal tersebut untuk kebaikan pemain.
"Saya suka Tae-yong. Dia ini orangnya sangat disiplin, mulai dari jam tidur, jam makan dan latihannya memang porsinya sangat bagus untuk pemain-pemain muda yang mau berkembang," ujarnya.
InstagramTerkait persaingan di lini depan timnas Indonesia U-22, Kahar menanggapi dengan santai. Terpenting, ia memberikan seluruh kemampuan terbaiknya selama TC dilaksanakan.
"Kalau saya pribadi menunjukkan yang terbaik tidak mau saling menjatuhkan satu sama lain. Kalau memang rezeki saya pasti masuk, kalau bukan saya belajar lagi," ucapnya.
TC tersebut menjadi persiapan timnas Indonesia U-22 untuk SEA Games tahun ini. Agenda tersebut berlangsung di Jakarta, pada 8 sampai dengan 28 Februari mendatang.
Pada SEA Games tahun ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, menargetkan timnas Indonesia U-22, mendapat medali emas. Persiapan maksimal mesti dilakukan untuk mencapai target yang diberikan tersebut.
Terakhir kali skuad Merah Putih mendapatkan medali emas SEA Games terjadi pada 1991. Setelah itu, tidak pernah lagi timnas Indonesia meraihnya.
