Penyerang timnas Indonesia U-19 Irfan Jauhari, bertekad untuk terus menambah kemampuannya. Ia mengatakan belum berpikir kemungkinan bermain di SEA Games 2021.
Pilar Bali United tersebut menjadi satu di antara pemain yang sering dipanggil ke skuad timnas Indonesia U-19. Setiap kali ada pemusatan latihan (TC), Irfan pasti diajak ambil bagian.
Sayang, Irfan tidak bisa menunjukkan aksinya di Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-19. Kedua ajang bergengsi tersebut yang harusnya dilangsungkan tahun ini dibatalkan karena belum berakhirnya pandemi virus corona.
SEA Games bisa menjadi obat penawar untuk Irfan, setelah Piala Dunia U-20 dan Piala Asia U-19 batal digelar. Ajang tersebut bakal dilangsungkan di Vietnam, akhir tahun nanti.
Akan tetapi, berpartisipasi di SEA Games bukan perkara mudah. Irfan mesti bersaing dengan para pemain lainnya untuk menembus skuad utama timnas Indonesia U-22.
"Saya tetap fokus untuk mengembangkan potensi saya. Dipanggil atau tidak dipanggil, saya tetap harus fokus dalam mengembangkan potensi saya di sepakbola," kata Irfan.
PSSIHanya saja untuk kini Irfan, mesti mencari cara untuk menjaga kondisi dan menambah kemampuannya. Nasib kompetisi yang tidak jelas sampai sekarang menjadi muaranya.
Rencana PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar Liga 1 pada Februari mendatang, terancam pupus. Kepolisian Republik Indonesia (Polri), belum memberikan izin yang merupakan syarat utama menggelar kompetisi.
Skuad Bali United sudah menghentikan aktivitas latihan bersama sejak beberapa bulan lalu. Seluruh pemain diperintahkan berlatih mandiri di kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya.
Saat ini Irfan, bersama staf pelatih dan ofisial timnas Indonesia U-19 sedang menjalani karantina mandiri di satu di antara hotel Jakarta. Pasukan Shin Tae-yong tersebut mesti melakukannya karena baru datang dari Spanyol, usai mengikuti TC yang dilaksanakan pada akhir Desember lalu.
Semestinya TC timnas Indonesia U-19 di Spanyol, berakhir pada 31 Januari mendatang. Namun, dipercepat karena David Maulana dan kawan-kawan, tidak bisa melakoni uji coba akibat kembali tingginya kasus virus corona di negara tersebut.


