Penyebab Marko Simic Pulang Kampung

Komentar()
Marko Simic - Persija Jakarta
Alvino Hanafi
Penyerang Macan Kemayoran tersebut pergi ke Kroasia karena ada urusan keluarga.

Persija Jakarta untuk sementara waktu harus kehilangan Marko Simic. Penyerang andalan Macan Kemayoran tersebut memutuskan pulang ke negara asalnya, Kroasia, karena ada urusan keluarga.

Saat ini Persija sedang melakukan persiapan untuk menatap lanjutan Liga 1 musim ini. Pasukan Sudirman tersebut berlatih di Depok, Jawa Barat, setelah mendapat libur beberapa hari lalu.

"Hai Jak! Saya ingin memberi tahu Anda bahwa saya pulang karena pertemuan keluarga yang penting! Sampai jumpa! Saya merindukan kalian dan sepakbola," tulis Simic dalam akun Instagram pribadinya.

Perginya Simic, dibenarkan pembina Persija Ardhi Tjahjoko. Pria yang sempat menjadi manajer klub ibu kota tersebut memastikan setelah masalahnya selesai pesepakbola berusia 32 tahun bakal kembali ke Indonesia.

"Iya benar, dia [Simic] memang pulang ke Kroasia. Tapi cuma sebentar, karena memang ada urusan keluarga dan sangat penting di sana," kata Ardhi.

Marko Simic - Persija Jakarta

Di sisi lain lanjutan kompetisi musim ini masih belum ada kejelasan. Rencananya, PSSI menggelar pertemuan bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB), klub Liga 1 dan 2, besok (13/10).

Semula lanjutan Liga 1 dilangsungkan pada 1 Oktober 2020. Akan tetapi, Kepolisian Republik Indonesia tidak memberikan izin keramaian karena masih tinggi kasus virus corona di Tanah Air.

PSSI berupaya bisa menggelar lanjutan Liga 1 musim ini pada bulan depan. Hanya saja, upaya dari federasi sepakbola nasional belum tentu terealisasi karena tergantung dengan situasi penyebaran virus corona.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Pada lanjutan Liga 1 musim ini, Persija memutuskan tidak berkandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Ismed Sofyan dan kawan-kawan memilih bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk menjamu lawan-lawannya.

Berbagai pertimbangan jadi alasan Persija, memilih tidak bermain di Jakarta. Efisiensi bujet jadi satu di antaranya karena harga sewa Stadion Sultan Agung, lebih murah dibanding SUGBK.  

Sebelum kompetisi dihentikan Persija sudah tampil sebanyak dua pertandingan. Kesebelasan yang identik dengan warna merah tersebut meraih satu kemenangan, dan satu imbang sehingga menduduki peringkat sembilan dengan raihan empat poin.

Tutup