LIPUTAN ABI YAZID DARI MALANGIkuti di twitter
Kebijakan kenaikan harga tiket di Liga 1 2017 turut membantu keuangan Arema FC, kendati pada musim ini jumlah penonton mengalami penurunan dibandingkan saat Indonesia Super League (ISL) 2014.
Ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Abdul Haris mengatakan, dari hitungan manajemen, jumlah penonton yang datang ke stadion rata-rata mencapai 8.000-an suporter.
SIMAK JUGA: Joko Susilo Anggap Persija Beruntung
Laga dengan jumlah penonton terbanyak terjadi saat Arema bermain melawan Persib Bandung, yakni sekitar 27 ribu. Sementara terendah ketika Arema mengalahkan Persiba Balikpapan yang hanya 1.600. Meski menurun dibandingkan ISL 2014, secara keseluruhan lebih baik dari Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.
“Laga kandang masih jauh dari harapan, karena prediksi saya yang datang rata-rata 11 ribu penonton, namun yang datang 8.000-an. Untuk presentase secara detail belum kami hitung, namun sepertinya ada penyusutan dibandingkan kompetisi resmi tahun sebelumnya,” terang Haris.
SIMAK JUGA: Persija Imbangi Arema Di Kanjuruhan
“Dibandingkan ISC kemarin mengalami peningkatan. Sebelumnya pemasukan kotor, karena masih dipotong untuk pembiayaan pertandingan, di akhir musim terhitung hanya Rp3 miliar saja, kalau sekarang sudah mencapai Rp13 milar. Salah satu evaluasinya karena ada kenaikan tiket dari sebelumnya Rp25 ribu menjadi Rp35-40 ribu.”
Untuk memenuhi biaya operasional tim, panpel Arema mempunyai rencana pemasukan hingga mencapai 15-16 milyar. Mengingat Arema hanya menyisakan tiga laga kandang, pemasukan dari penjualan tiket hampir dipastikan tak memenuhi target.
“Targetnya dari manajemen Rp15-16 miliar. Memang tidak mencapai target, karena mungkin juga prestasi Arema sendiri yang saat ini di papan tengah. Kalau Arema menang stadion ramai. Kalau kalah, ya sepi, ini sudah menjadi siklus,” urainya.
SIMAK JUGA: Manajer Sebut Arema FC Pakai Taktik Capcay
Haris berharap musim depan Arema mampu menunjukkan tajinya, terutama jika laga kandang digelar. Hasil enam kali seri dan sekali kalah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tidak boleh terjadi lagi.
“Sisa tiga pertandingan di kandang sendiri, ya targetnya sih tidak ada, karena yang penting prestasi Arema membaik, dan penonton datang,” tutupnya. (gk-48)

