Penyelenggara Piala Wali Kota Solo, mengungkap alasan mengapa mengundang delapan klub untuk bermain di turnamen tersebut. Tidak adanya waktu yang cukup sehingga tak bisa mengajak kontestan lebih banyak.
Piala Wali Kota Solo, bakal berlangsung di Stadion Manahan, pada 20 sampai 26 Juni mendatang. Adapun klub yang mengikuti ajang tersebut yakni Persib Bandung, Arema FC, Bali United, Bhayangkara FC, Rans Cilegon FC, PSG Pati, Dewa United, dan Persis Solo.
"Kami juga melihat animo yang sangat tinggi di sepakbola Indonesia, terutama di Liga 2. Ada banyak pemilik-pemilik baru yang membuat kami merasa harus memupuk semangat mereka," kata ketua Organizing Committee (OC) Piala Wali Kota Solo, Cahyadi Wanda.
Trend ini harus dijaga agar ke depannya sepak bola Indonesia lebih baik lagi. Dari situ, kami berpikir untuk mengumpulkan tim-tim ini. Karena keterbatasan waktu, Liga 1 sudah akan dimulai, kami hanya bisa menggelar turnamen yang periodenya singkat," Cahyadi menambahkan.
PSS SlemanProtokol kesehatan ketat diterapkan selama Piala Wali Kota Solo, berlangsung. Seluruh pertandingan dilaksanakan secara tertutup untuk mencegah penyebaran virus corona yang sampai sekarang masih belum berhenti.
Meski begitu, pencinta sepakbola nasional tetap bisa menyaksikan pertandingan Piala Wali Kota Solo. Seluruh laga bakal disiarkan langsung oleh Indosiar.
Setiap harinya ada dua pertandingan yang disiarkan langsung. Laga pertama dimulai pukul 15.15 WIB, dan partai kedua dilangsungkan 18.15 WIB.
"Orang pikir kalau sepak bola tanpa penonton itu sepi dan tidak menarik. Namun, kami punya teknik untuk membuat pertandingan tetap semarak dan seru," ucap direktur program Surya Citra Media (SCM), Harsiwi Achmad.
"Lalu kami akan memberikan efek-efek seperti suara penonton yang bisa membuat pemirsa di rumah menjadi lebih semangat dan menonton sepakbola tanpa penonton di stadion itu tetap seru," Harsiwi menambahkan.
