Bek Barcelona, Pau Cubarsi, memuncaki partisipasi bersejarahnya di Piala Dunia pada usia yang baru menginjak 19 tahun, setelah menjadi salah satu elemen utama dalam meraih gelar juara dunia bersama timnas Spanyol, dengan menyabet penghargaan FIFA untuk pemain muda terbaik. Penghargaan ini menegaskan di ajang internasional terbesar level istimewa yang ditunjukkan pemain tersebut bersama klub Catalan itu.
Menurut surat kabar Spanyol "Sport", bek muda itu memainkan peran utama sepanjang kompetisi, dan menjadi salah satu kunci utama soliditas defensif luar biasa timnas Spanyol. Cubarsi turut menjaga gawang tetap bersih dalam 7 pertandingan di Piala Dunia, sebagai bagian dari lini pertahanan yang hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen. Angka-angka ini mencerminkan besarnya kontribusi dan pentingnya perannya dalam perjalanan Spanyol menuju gelar juara.
Di luar statistik, bek Barcelona itu menunjukkan kepribadian yang kuat saat menguasai bola, kemampuannya bertahan jauh dari kotak penalti, serta kematangan bermain yang melampaui usianya. Ia menjalani Piala Dunia sebagai pemain yang matang dan berhasil menghadapi para penyerang terbaik dunia, hingga menjadi bagian penting dalam skuad timnas juara.
Penampilan Cubarsi mendapat pujian dari Presiden Federasi Sepak Bola Internasional "FIFA", Gianni Infantino, yang secara terbuka mengapresiasi penampilannya dan mengirimkan pesan kepada bek Barcelona itu melalui media sosial, dengan mengutip pepatah yang mengatakan bahwa datang terlambat lebih baik daripada tidak datang sama sekali, serta menyoroti penghargaan individu dan kontribusinya dalam pertahanan Spanyol.
Infantino berkata dalam pesan langsungnya: "Pada usia yang baru 19 tahun, Pau Cubarsi menampilkan partisipasi luar biasa di Piala Dunia 2026 bersama timnas Spanyol, hingga menjadi bek pertama yang memenangkan penghargaan FIFA untuk pemain muda terbaik! Dan setelah turut menjaga kebersihan gawang dalam tujuh pertandingan sepanjang turnamen, ia akan mengukir sejarah dengan peran utamanya di lini pertahanan yang hanya kebobolan satu gol".
Pesan Infantino menutup Piala Dunia yang tak terlupakan bagi Cubarsi, setelah bek Barcelona itu menjadi juara dunia dan meraih penghargaan sebagai pemain muda terbaik, serta mencatatkan sejarah sebagai bek pertama yang menyabet penghargaan FIFA, di saat masih banyak sejarah yang menantinya untuk ditulis.


