Pesona J.League sebagai kompetisi top Asia kerap mengundang pemain asal Eropa untuk menjajalnya. Terbukti bahwa nama besar kelas dunia pun bisa tergoda untuk mencoba peruntungan di sana.
Mereka yang pernah ke J.League antara lain Andres Iniesta, Fernando Torres, Lukas Podolski, dan masih banyak lagi. Musim ini, memang tidak ada nama sebesar tiga pemain tadi, tapi tetap saja mereka pernah memainkan sepakbola level tertinggi di Benua Biru.
Ada juga para pemain Jepang yang memutuskan pulang ke Negeri Sakura, setelah merantau demi karier di Eropa. Berikut sembilan nama top dari kompetisi Eropa yang merapat J.League pada kompetisi musim ini.
- Hiroki Sakai (Marseille) - Urawa Red Diamonds
Hiroki Sakai tidak asing lagi di Bundesliga Jerman atau pun Ligue 1 Prancis, pemain multiposisi ini pernah membela Hannover 96 dan musim lalu bersama Marseille. Delapan tahun dia habiskan untuk berpetualan di luar Jepang, dan memutuskan kembali ke J.League pada musim ini.
Sakai bergabung dengan Urawa Red Diamonds, tidak kembali ke klub yang membesarkan namanya, Kashiwa Reysol. Ia sempat bermain untuk timnas Jepang di Olimpiade Tokyo 2020 terlebih dahulu sebelum kini sudah menjalani debutnya bersama Urawa Reds.
Getty Images- Alexander Scholz (FC Midtjylland) - Urawa Red Diamonds
Urawa Reds punya ambisi tinggi musim ini, dengan sederet kualitas yang mereka coba hadirkan. Salah satu usaha Urawa untuk menambah kualitas di lini belakang adalah dengan merekrut pemain berusia 28 tahun, Alexander Scholz, dari FC Midtjyland.
Midtjylland sudah menjadi salah satu klub top di Liga Denmark, dengan pengembangan tim berbasis ekonomi yang visioner. Scholz punya pengalaman di level internasional bersama timnas Denmark junior, dan kini langsung menjadi pilihan utama dari Urawa.
- Ryo Miyaichi (St Pauli) - Yokohama F. Marinos
Ryo Miyaichi memulai karier profesionalnya di Arsenal tahun 2011, usai penampilannya saat trial memukau Arsene Wenger lewat sepakbola level universitas di Jepang. Jalannya di Arsenal tersendat, sehingga menjalani beberapa masa peminjaman.
Setelah pernah dipinjamkan ke FC Twente, Wigan Athletic, Bolton Wanderers, Feyenoord, Ryo akhirnya berlabuh ke Liga Jerman untuk berkostumSt Pauli, pada 2015. Musim ini, Ryo akhirnya memilih pulang ke negara asalnya, dan membela Yokohama F. Marinos.
(C)Getty Images- Svend Brodersen (St Pauli) - Yokohama FC
Selain Miyaichi, St Pauli juga melepas kiper mereka, Svend Brodersen, ke J1 League, kali ini ke klub Yokohama FC. Brodersen sudah lama masuk ke Jepang, ia jadi bagian dari timnas U-24 Jerman yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020.
Ia kini jadi kiper utama Yokohama FC dalam upaya menyelamatkan diri dari jurang degradasi. Pemain kelahiran Hamburg ini mengemas debut di J1 League pada 9 Agustus lalu, dengan memenangkan laga 2-0, di Stadion Nippatsu Mitsuzawa.
- Benjamin Kololli (FC Zurich) - Shimizu S-Pulse
Shimizu S-Pulse memboyong Benjami Kololli dari FC Zurich, pemain 29 tahun yang berposisi sebagai sayap kiri. Meski malang melintang di Liga Swiss, Kololli adalah pemain timnas Kosovo, bermain 23 kali, dan mencetak empat gol di level internasional.
Kololli kini sudah menjalani debutnya di Meiji J1 League bersama Shimizu S-Pulse. Bersama Zurich, Kololli sempat menjadi pemain penting dan berkesempatan tampil Liga Europa. Namanya memang kurang tenar, tapi ada jaminan Kololli bisa menggebrak di Jepang.
Getty- Jakub Swierczok (Piast Gliwice) - Nagoya Grampus
Salah satu nama terbesar dari Eropa musim panas ini, ia masuk dalam skuad timnas Polandia yang berlaga di Piala Eropa 2020. Nagoya Grampus membeli pemain berusia 28 tahun itu secara permanen dari klub Liga Polandia, Piast Gliwice.
Pada Euro 2020, Jakub Swierczok bersaing dengan Robert Lewandowski, ia baru bermain di laga ketiga grup E saat kontra Swedia. Ia berlaga 29 menit, meski gagal mencetak gol. Selain Piast Gliwice, Swierczok pernah main untuk Kaiserslautern, juga Ludogorets Razgard.
- Yoshinori Muto (Newcastle United) - Vissel Kobe
Kehilangan Kyogo Furuhashi yang hijrah ke Celtic FC, Vissel Kobe menjadikan Yoshinori Muto sebagai pengganti di lini depan. Striker timnas Jepang berusia 29 tahun itu dilepas klubnya asal Liga Inggris, Newcastle United, meski aslinya masih memiliki kontrak satu musim lagi.
Muto pindah ke Eropa pada 2015 dari F.C.Tokyo, bergabung ke Mainz 05 di Bundesliga, sebelum hijrah ke Newcastle United tiga tahun berselang. Musim lalu, Muto dipinjamkan ke Eibar di Liga Spanyol. Muto mewakili pemain Jepang di Eropa, dengan etos kerja yang tinggi sebagai striker Asia.
Getty Images- Yuya Osako (Werder Bremen) - Vissel Kobe
Satu nama anyar lain di lini depan Vissel Kobe. Yuya Osako diboyong dari Werder Bremen. Penyerang timnas Jepang ini meninggalkan Kashima Antlers menuju Eropa pada 2014, bergabung ke 1860 Munich, sebelum bergabung ke FC Koln dan Bremen.
Osako sudah tampil 49 kali di timnas Jepang, mencetak 23 gol. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan Yoshinori Muto yang tampil 29 kali dan mencetak tiga gol bagi Samurai Biru. Dengan usia yang sudah 31 tahun, pilihan bijak untuk Osako memilih pulang ke negara asalnya musim ini.
- Mushaga Bakenga (Odds BK) - Tokushima Vortis
Mushaga Bakenga diboyong dari Liga Norwegia, tepatnya klub Odd. Klub promosi Tokushima Vortis menjadikan Bakenga sebagai kekuatan anyar agar bisa menghindari zona degradasi sampai akhir musim.
Sebelumnya, Bakenga pernah membela Club Brugge, Molde, Rosenborg, hingga Tromso. Bakenga juga sudah tampil di timnas Norwegia junior dari U-15 sampai U-23 meski belum pernah menjalani laga resmi di timnas senior.
Getty