Kabar buruk dari sepakbola datang dengan dilarikannya salah satu legenda terbesar olahraga ini, Diego Maradona, ke rumah sakit, pada Jumat (4/1).
Seperti dilansir Reuters, mantan kapten timnas Argentina itu dilarikan ke rumah sakit akibat menderita pendarahan internal di perutnya. Untungnya kondisi itu jadi gangguan minor buatnya.
Anggota keluarga Maradona mengkonfirmasi hal tersebut, dengan menyebut sang legenda tidak menderita "penyakit serius" dan tidak dalam situasi "berbahaya".
Maradona InstagramTes lebih lanjut yang dilakukan pada Maradona kemudian menegaskan hal tersebut, dengan memperbolehkan sosok berusia 58 tahun tersebut pulang dari rumah sakit.
Namun Maradona tetap dituntut untuk istirahat selama sepekan lamanya, guna mengembalikan kondisinya menjadi 100 persen. Artinya dia bakal melewatkan satu partai akhir pekan ini, sebagaimana statusnya sebagai pelatih Dorados di Liga MX Meksiko.
Kesehatan sendiri merupakan isu yang tak bersahabat dengan Maradona selama ini, mengingat ketergantungannya pada alkohol dan obat-obatan terlarang semasa muda dahulu.
Pada 2005 silam, Maradona harus menjalani operasi bypass lambung untuk atasi masalah obesitasnya. Kemudian dalam setahun terakhir, dia harus berjalan dengan bantuan tongkat akibat radang sendiri di kedua lututnya.
Terkini, pada Piala Dunia 2018 lalu Maradona diserang tekanan darah rendah lantaran terlampau emosional kala saksikan duel antara Argentina dan Nigeria.
Goal Indonesia

