Nil Maizar - Persela LamonganAlvino Hanafi

Pendapat Pelatih Persela Lamongan Setelah Liga 1 Ditunda Tahun Depan

Pelatih Persela Lamongan Nilmaizar, memberikan komentar atas penundaan Liga 1 ke awal tahun depan. Ia menginginkan segera ada kejelasan semua hal terkait kompetisi.

Keinginan tersebut karena Nil, bakal menyusun rencana untuk dijalankan timnya. Bila tidak ada kepastian seperti sekarang, ia mengaku kesulitan dalam menentukan program latihan.

PSSI mengumumkan Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, ditunda hingga awal tahun depan, setelah menggelar rapat komite eksekutif (Exco). Hanya saja, tidak disebutkan secara jelas ketiga kompetisi tersebut dimulai.

Penundaan tersebut jadi yang tiga kali dilakukan PSSI. Sebelumnya, Liga 1 dijadwalkan berlangsung kembali pada 1 Oktober, kemudian federasi sepakbola nasional tersebut menundanya ke 1 November mendatang.   

"Sebenarnya kami sebagai pelatih tentu mau kepastian. Jadi perlu ditanyakan awal tahun itu mulai kapan? Jadwalnya juga harus ada. Karena ada Piala Dunia U-20 juga," kata Nil.

"Kemudian, tentu nasib kami pemain dan pelatih seperti apa, karena rata-rata di Desember sudah selesai [kontrak]," eks juru kemudi Semen Padang tersebut menambahkan.

Persela LamonganAbi Yazid / Goal

Nil berpandangan lebih oke Liga 1 musim ini diakhiri saja. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), bisa fokus menyiapkan bergulirnya kompetisi musim depan di waktu  yang ada sekarang.

"Kalau saya, pikiran saya, mulai baru saja, terus pemain kontrak baru, pelatih kontrak baru, semua. Jadi kami persiapan kompetisi baru," ujarnya.

"Ya kan [mulainya] tahun 2021, tahun 2020 kan sudah habis. Kemarin kita kejar 2020 mulai bulan Oktober selesainya 28 Februari. Tapi akhirnya [kompetisi] tahun 2020 dimulai tahun 2021," ia melanjutkan.

Persela sudah menghentikan latihan bersama sejak 3 Oktober lalu. Para pemain Laskar Joko Tingkir, diperintahkan berlatih dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya.

Raihan negatif didapatkan Persela, sebelum Liga 1 dihentikan pada pertengahan Maret lalu karena pandemi virus corona. Tiga pertandungan yang dimainkan selalu berakhir dengan kekalahan. 

Pesela dikalahakan Persib Bandung, PSIS Semarang, dan Borneo FC. Alhasil, Eky Taufik dan kawan-kawan harus puas menduduki juru kunci klasemen dengan raihan nol poin.

Iklan
0