Gol penalti menit akhir Atletico Madrid ke gawang AC Milan mengundang perdebatan, terutama prosesnya yang dianggap tifosi Rossoneri tidak sah.
Atletico cukup kewalahan menghadapi Milan yang bermain dengan 10 orang, Rabu (29/9) dini hari WIB, dalam pertemuan kedua tim di fase grup Liga Champions.
Tertinggal satu gol lewat sepakan Rafael Leao di babak pertama sebelum insiden kartu merah Franck Kessie, juara La Liga membutuhkan waktu hingga menit ke-84 untuk menyamakan kedudukan berkat tendangan Antoine Griezmann.
Skor 1-1 bertahan hingga injury time, dan di saat pertandingan tampak bakal berakhir imbang, Atletico mendapat penalti setelah wasit Cuneyt Cakir menilai bola menyentuh tangan bek muda Milan, Pierre Kalulu di kotak terlarang.
Meski pun keputusan handball atau tidak ada di tangan wasit, namun banyak kalangan fans klub raksasa Serie A tersebut dan juga media di Italia merasa VAR seharusnya membatalkan momen tersebut.
Itu karena dalam tayangan ulang terlihat bahwa bola sebenarnya terlebih dahulu menyentuh tangan gelandang Atletico, Thomas Lemar sebelum memantul dan mengenai tangan Kalulu.
Wasit tidak bergeming menghadapi gelombang protes dari para penggawa Milan dan Luis Suarez yang menjadi eksekutor sukses mengecoh Mike Maignan pada menit ke-96 untuk menyegel kemenangan dramatis 2-1 bagi Atletico.
Gelandang Milan, Ismael Bennacer menjadi salah satu pemain yang kesal dengan keputusan wasit dan heran mengapa VAR tidak melakukan intervensi.
"Ketika saya berbicara tentang ini [penalti Atletico], maksud saya atas semua yang terjadi, saya tidak mengerti. Ada VAR, mereka yang membuat keputusan, saya tidak tahu harus berkata apa," kata pemain internasional Aljazair itu kepada Sport Mediaset.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami harus menundukkan kepala dan berkonsentrasi pada pertandingan berikutnya."
Kekalahan dari Atletico membuat Milan belum bisa beranjak dari dasar klasemen Grup B tanpa perolehan poin setelah pada laga pertama mereka juga kalah dari Liverpool.




