Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengakui pemerintah diburu waktu dalam mempersiapkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada tahun depan, karena berada di tengah pandemi virus Corona.
Pemerintah bersama PSSI dan kementerian lainnya telah membentuk FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Committee (INAFOC) untuk menyukseskan event yang rencananya digulirkan pada 20 Mei hingga 12 Juni tersebut.
Zainudin mengatakan, persiapan menyelenggarakan Piala Dunia U-20 dan membentuk tim nasional sudah dibagi antara pemerintah dan PSSI. Mereka terus mematangkan persiapan, meski di tengah pandemi virus Corona.
Menurut Menpora, setelah melakukan rapat internat kabinet terbatas, pihaknya bergerak cepat dalam berkoordinasi dengan pihak terkait. Menpora berharap, dalam pelaksanaan ini tidak menemui hambatan.
“Begitu ada keputusan dari Pak Presiden (Joko Widodo), kami segera jalan, bersama-sama antara PSSI dan pemerintah. Itu akan diselenggarakan sesuai dengan tugas yang akan diberikan FIFA kepada kita,” kata Zainudin dilansir laman resmi Kemenpora.
“Mudah-mudahan kita segera mempersiapkan karena waktunya sudah sangat pendek ya, terpotong tiga bulan lebih karena Covid-19, baik mempersiapkan pelatnas maupun pelaksanaan persiapan untuk penyelenggaraan juga agak terhalang.”
PSSIZainudin menambahkan, kunci dari kesuksesan persiapan menyambut Piala Dunia U-20 bergantung kepada komunikasi pihak yang terlibat. Ia berharap seluruh elemen kompak dalam menyukseskan hajaran besar ini.
“Kami komunikasi terus. Mudah-mudahan, dengan kekompakan, segala sesuatu menjadi ringan, dan tidak ada hambatan yang berarti dalam persiapan. Komunikasi juga dilakukan dengan Kementerian PUPR,” ucap Zainudin.
“Stadion juga sudah diputuskan dalam rapat terbatas, dan itu akan dikerjakan sesuai arahan Pak Presiden. Untuk target, yang terbaik untuk tim nasional Indonesia ya.”
Sebelumnya, ketua umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku tidak mempemasalahkan pemerintah mengambil alih penyelengaraan Piala Dunia U-20, dan menganggap keputusan tersebut sudah tepat.
Iriawan menyebut peran pemerintah sangat penting dalam Piala Dunia U-20. Tanpa adanya dana lewat Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN), perhelatan tersebut tak bisa terlaksana di Indonesia.
SIMAK JUGA: BERITA SEPAKBOLA NASIONAL!
