PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) segera merumuskan kedatangan penonton untuk pertandingan Liga 1 2021/22, dan Liga 2 2021. Mereka bakal mencari cara yang tepat supaya protokol kesehatan ketat dapat diterapkan.
Pemerintah lewat Koordinator Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan, membuka peluang penonton boleh datang pada ajang-ajang besar seperti Liga 1 dan Liga 2. Ia membicarakannya pada Senin (11/10).
Luhut menyampaikan pertandingan sepakbola sudah bisa disaksikan penonton secara terbatas yakni sebesar 30 persen, dari kapasitas stadion. Hanya saja, penerapannya tergantung dengan kondisi PPKM di wilayah tersebut.
Protokol kesehatan ketat tetap harus diterapkan untuk penonton yang datang ke stadion. Langkah tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona yang sampai sekarang belum berhenti.
Goal"PSSI tentu akan mengkaji sedemikian rupa sehingga pada saat nanti pertandingan dengan ada suporter, itu berlangsung sesuai harapan pemerintah dan kita semua," kata sekjen PSSI Yunus Nusi saat dihubungi awak media.
"PSSI akan mendiskusikan hal ini dengan PT LIB dan klub tentang masalah teknisnya," pria yang sempat menjabat sebagai anggota komite eksekutif (Exco) PSSI tersebut menambahkan.
Yunus mengapresiasi dengan lampu hijau yang diberikan pemerintah. Menurutnya, sudah lama sekali suporter menantikan untuk dukung langsung klub kesayangannya bermain di stadion.
Kehadiran suporter bisa menambah semangat para pemain yang bertanding. Selain itu, klub juga bisa mendapat pemasukan tambahan dari penjualan tiket.
"PSSI mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam hal ini ketua gugus tugas COVID-19 Jawa-Bali tentang adanya suporter atau penonton di Liga 1 dan Liga 2,. Teman-teman suporter pun akan dengan senang hati menyambut hal ini," ucapnya.
