OLEH YUDHA DANUJATMIKAIkuti di twitter
Corriere della Sera dan La7 mengklaim pembelian AC Milan oleh Yonghong Li sangat tidak transparan dan sampai pada level yang tak pernah ada sebelumnya.
Pembelian dari tangan Silvio Berlusconi itu telah dianalisis oleh beberapa ahli keuangan di seluruh dunia. New Yorkt Times dan Forbes bahkan ikut ambil bagian.
"Kita punya satu nama, Yonghong Li, tapi pada kenyataannya kita tak tahu apakah ia pemilik Milan," ungkap Mario Gerevini dari Corriere della Sera.
Masalahnya berakar dari peminjaman €300 juta dari Elliott Management, yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelian.
"Jika Anda membeli klub seharga €720 juta termasuk €220 juta, dan Anda harus meminjam uang dengan bunga 11 persen, itu berarti Anda tak punya uang."
"Jika seseorang meminjamkan uang dengan bunga 11 persen, itu berarti Anda dianggap kasus berisiko tinggi. Faktanya, Yonghong Li tidak mampu mendapatkan uang dari jaringan yang biasanya, seperti bank internasional. Ia harus pinjam uang dari lindung nilai."
"Uangnya datang lewat rangkaian tur di sekitar penyimpanan finansial, pinjaman, jaminan, dan sepenuhnya tidak transparan."
"Sering ada pembelian klub yang tidak terlalu transparan, tapi Milan telah sampai pada level yang tak pernah terlihat sebelumnya. Milan adalah klub yang menghabiskan €50-€70 juta per tahun. Jika Anda mulai berutang, bakal sulit bagi Anda untuk membayar pinjaman," pungkasnya.




