OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali melanjutkan program Gala Desa 2017. Kali ini Majalengka, Jawa Barat ditunjuk sebagai kota ke-56 menggelar perhelatan tersebut.
Namun, dalam ajang kali ini panitia penyelenggara membatasi umur pemain yang bakal ambil bagian. Hanya pemain yang berusia maksimal 18 tahun bisa bertanding di tim sepakbola.
Langkah ini dilakukan agar bisa mengetahui bibit-bibit pesepakbola berbakat yang ada di Majalengka. Sebab, bukan tidak mungkin para pemain tersebut bisa saja membela timnas Indonesia di kancah internasional.
"Kami sengaja melakukan kebijakan ini karena kami berharap, dari program Gala Desa ini, kami juga bisa sekaligus menyiapkan bibit atlet untuk daerah kami," kata Bupati Majalengka Sutrisno.
"Untuk selanjutnya juga bisa dinilai oleh tim dari pusat. Kami berharap, nantinya dari Gala Desa ada atlet nasional yang lahir dari Majalengka," ia menambahkan.
Sementara itu, Asdep Kemenpora Arifin Madjid mengakui, antusiasme warga menunjukkan upaya pemerintah dalam hal ini Kemenpora untuk menjalankan instruksi presiden terkait Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Mengingat program Ayo Olahraga serta turunanya, Gala Desa, mulai membuahkan hasil.
"Di sini, Kabupaten sudah membuat Gala Desa dilakukan per zona, yang terbaik dari zona tersebut di bawa ke putaran Gala Desa nasional di Majalengka hari ini. Kondisi ini menunjukkan, semua ikut aktif, semua ikut berolahraga dari struktur yang terendah," ujarnya.
Sejatinya bukan hanya cabang olahraga sepakbola saja yang dipertandingkan. Melainkan, ada sepak takraw, tenis meja, atletik, voli, dan bulu tangkis, yang semuanya juga dibatasi usianya yakni maksimal berusia 18 tahun.
