Kendati hanya mencicipi sepakbola Asia Tenggara dalam waktu singkat, gelandang Geylang International asal Yunani, Panagiotis Linardos, mengaku mendapatkan kesan mendalam dari pengalamannya bermain di kawasan ASEAN.
Linardos diboyong Geylang untuk Liga Utama Singapura (S-League) pada awal tahun ini dari klub Super League 2 Yunani, Panachaiki FC. Bermain di Asia menjadi pengalaman pertama bagi Linardos dalam karir sepakbolanya.
“Ketika tawaran dari Geylang datang, saya merasa ini akan menjadi pengalaman besar. Sebelum menerima tawaran itu, saya sempat mencari informasi tentang Singapura. Setelah mendapatkan cukup banyak informasi, keputusannya makin mudah. Saya ingin merasakan pengalaman baru,” ujar pria dengan sapaan akrab Panos tersebut kepada Goal Singapura.
“Saat menginjakkan kaki di Singapura, saya berpikir ini adalah negara seperti di film fiksi. Ternyata benar, ini seperti negara masa depan, karena dilihat dari infrastruktur, gaya hidup, dan teknologi. Ada air terjun di dalam bangunan. Sementara Yunani adalah negara yang mengandalkan keindahan alami alamnya.”
Namun perjalanan Panos tidak berlangsung lama. Ia memutuskan meninggalkan Singapura untuk kembali ke negaranya setelah S-League dihentikan akibat pandemi virus Corona. Panos tampil dua kali untuk Geylang dengan menit bermain 113.
AIA Singapore Premier LeagueMeski karirnya sangat singkat di Singapura, Linardos merasa terkesan dengan pengalamannya di Asia Tenggara. Menurut Panos, pertandingan uji coba melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 23 Februari sangat berkesan, walau Geylang menelan kekalahan 3-1. Di laga itu, Panos mencetak gol dari titik putih.
“Jumlah penonton terbesar di pertandingan yang pernah saya mainkan, tak diragukan lagi adalah Persija. Mungkin ada 30, 40, [sampai] 50 ribu suporter,” ucap pembobol gawang Andritany Ardhiyasa melalui titik putih tersebut.
“Di [liga] Yunani saya pernah bermain melawan tim besar, seperti Panathinaikos dan PAOK, tapi ini (SUGBK) atmosfernya luar biasa. Mereka mendukung timnya dengan gairah yang luar biasa, dan sangat bising.”
Gelandang berusia 29 tahun itu menambahkan, pengalamannya bersama Geylang itu menambah pengetahuannya mengenai persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara. Menurut Panos, standar sepakbola di regional ini tidak jauh berbeda.
“Ketika datang ke Malaysia dan Indonesia, saya melihat level [sepabola] negara-negara itu. Mereka sangat bagus. Saya memahami mungkin di Singapura levelnya tidak seperti di Malaysia atau Indonesia, tapi mereka (klub Singapura) berusaha mendatangkan pemain asing bagus yang bisa mengangkat level kompetisi,” beber Panis.
“Tapi hal yang paling mengesankan bagi saya adalah banyak talenta lokal berbakat. Menurut pendapat saya, di sana banyak pemain lokal, baik muda dan berumur, yang sangat berbakat.”
SIMAK JUGA: BERITA LIGA 1!


