Pertandingan La Liga Spanyol antara Cadiz dan Valencia di Estadio Ramon de Carranza, Minggu (4/4), sempat terhenti selama 20 menit menyusul protes walk out yang dilakukan tim tamu atas dugaan rasisme kepada salah satu pemainnya.
Insiden ini terjadi di menit ke-29 ketika bek sentral Valencia Mouctar Diakhaby berduel dengan Juan Cala di kotak penalti saat menyambut tendangan bebas Cadiz.
Diakhaby kemudian terlihat meluapkan rasa marahnya kepada Cala, yang diduga melemparkan ejekan berbau rasisme. Aksinya itu membuat Diakhaby mendapat kartu kuning.
Sesaat setelah menjelaskan kepada wasit mengapa ia marah, Diakhaby memilih walk out alias meninggalkan lapangan, lalu diikuti oleh rekan-rekan srtimnya. Saat itu skor pertandingan masih 1-1.
Setelah tertunda selama 20 menit, pertandingan tetap dilanjutkan. Valencia sepakat untuk meneruskan permainan sekaligus membuat pernyataan keras di media sosial terkait rasisme.
Movistar"Katakan tidak pada rasisme. Kami telah mengadakan pertemuan dan memutuskan untuk melanjutkan bermain untuk memperjuangkan kehormatan klub, tetapi kami akan selalu mengutuk rasisme dalam bentuk apa pun," demikian pernyataan resmi Valencia.
"Kami memberikan dukungan penuh kepada Mouctar Diakhaby. Sang pemain, yang mendapat hinaan rasial, meminta agar rekan satu timnya kembali ke lapangan. Kami mendukung Anda, Mouctar!"
Diakhaby tidak melanjutkan permainan dan langsung digantikan Hugo Guillamon. Adapun Cala tetap lanjut bermain saat restart, tapi kemudian ditarik keluar saat turun minum.
Cala sendiri mencetak gol di menit ke-14 untuk membuka keunggulan sebelum Kevin Gameiro menyamakan skor lima menit berselang. Pada akhirnya, laga ini dimenangkan Cadiz berkat tandukan Marcos Mauro dua menit jelang bubaran.
Kemenangan ini membuat Cadiz menjauh dari zona degradasi dan kini hanya berjarak satu poin dari Valencia di posisi ke-12. Meski begitu, insiden rasisme di laga ini menjadi noda besar yang berpotensi diinvestigasi lebih lanjut oleh La Liga.




