Penggawa timnas Indonesia U-19 yang beragama Islam mengaku harus beradaptasi dengan menu makanan dalam menjalankan ibadah puasa, mengingat mereka sedang melakukan pemusatan latihan (TC) di Daegu, Korea Selatan.
Menjalankan ibadah puasa di negeri orang menjadi pengalaman tersendiri bagi pemain muda Indonesia. Sebagian besar dari mereka kemungkinan baru pertama kalinya menjalankan ibadah puasa di luar Indonesia.
Penyerang timnas U-19 Arsa Akhmad mengakui dirinya masih perlu beradaptasi dengan suasana puasa di Korsel, terutama soal menu makanan. Dalam tayangan di kanal YouTube resmi PSSI, dim sum menjadi salah satu menu sahur pemain. Kendati demikian, Arsa menyatakan penggawa timnas U-19 tetap semangat menjalankan ibadah puasa.
“Untuk menunya, pasti beda dengan di Indonesia, jadi perlu adaptasi lagi untuk puasa pertama. Tapi kami akan tetap jalani puasa dengan semangat. Semoga teman-teman juga bisa menjalankan puasanya dengan lancar,” ujar Arsa.
Sementara pelatih Shin Tae-yong memaklumi situasi yang dihadapi anak asuhnya. Kendati demikian, Tae-yong tidak mengubah program, dan latihan dilakukan seperti biasa. Hanya saja, Tae-yong sudah berbicara kepada pemain mengenai situasi yang akan mereka hadapi dalam pertandingan.
Dalam waktu dekat, timnas U-19 akan melakoni pertandingan uji coba selama tiga hari berturut-turut. Uji coba pertama menghadapi Kimcheon FC, Selasa (5/4), dan keesokan harinya meladeni Pohang. Mereka selanjutnya melawan Daegu FC, Kamis (7/4).
“Kami tahu bahwa ada bulan puasa, tapi karena kami training champ (TC) di luar negeri kami koordinasi dan komunikasi dengan para pemain. Puasa itu dijalani saat istirahat (latihan reguler), dan tidak dijalani jika ada pertandingan atau uji coba,” beber Tae-yong dilansir laman resmi PSSI.
Tae-yong terus mengasah para pemain dengan latihan passing dan heading yang dinilai menjadi salah satu kekurangan timnas U-19 U-19 dalam beberapa pertandingan uji coba sebelumnya.
Kelemahan lainnya yang perlu diperbaiki adalah timing dan kecepatan dalam mengantisipasi bola. Organiasasi kemampuan dasar para pemain masih kurang dan perlu diasah kembali.
“Materi latihan sama dengan kemarin. Ada kekurangan dalam pertandingan seperti passing dan heading. Kondisi tim sangat baik, para pemain pun tahu kekurangan mereka sendiri. Jadi, mereka lebih banyak latihan sendiri, sehingga ke depan akan lebih baik,” beber Tae-yong.
