Kejatuhan hebat menerpa raja sepakbola Uzbekistan, Pakhtakor Tashkent, dalam dua musim terakhir gelaran Liga Super Uzbekistan.
Meraih gelar juara beruntun pada musim 2014 dan 2015 plus fakta bahwa Pakhtakor merupakan pengoleksi trofi terbanyak lewat 11 gelar, mereka gagal finis di dua besar dalam sepasang kampanye terakhir.
Pakhtakor bahkan gagal lolos ke babak utama Liga Champions Asia. Tidak heran bila pada musim 2018 ini, manajemen klub merevolusi skuat dan tim kepelatihannya.
FacebookHasilnya langsung nampak karena hingga menginjak pekan ke-13 Liga Super Uzbekistan, Pakhtakor kukuh di puncak klasemen sementara.
Kecerdikan di bursa transfer jadi faktor krusial dalam kebangkitan Pakhtakor. Terutama dalam keputusan mereka merekrut secara gratis playmaker asal Brasil, Tiago Bezerra, yang mendadak jadi dinamo permainan sang raja Uzbekistan.
Selalu bermain selama 90 menit penuh dalam 13 partai yang sudah dihelat Liga Super Uzbekistan musim ini, Bezerra torehkan statistik brilian lewat sumbangsih lima gol dan tujuh assist.
Luar biasanya, setiap gol Bezerra mampu mendulang 13 poin untuk Pakhtakor dengan empat kali pastikan kemenangan dan sekali hindarkan kekalahan. Termasuk akhir pekan lalu tatkala gol tunggalnya melumpuhkan rival utama persaingan gelar, Bunyodkor.
Melakukan aksi individual ketika laga baru berjalan enam menit, pemain berusia 31 tahun itu ceploskan bola dengan mulus ke jala Bunyodkor. Bezerra kemudian menjaga tempo permainan dengan begitu baik, untuk memastikan kemenangan 1-0 buat Pakhtakor.
Hasil tersebut krusial untuk memantapkan posisi Pakhtakor di puncak klasemen sementara, dengan keunggulan empat poin atas Bunyodkor di tempat kedua. Atas dasar itulah Goal Indonesia menyematkan predikat pemain terbaik Asia pekan ini pada Bezerra.
