Ketika mayoritas kompetisi sepakbola reguler di Timur-Tengah sudah berakhir, Liga Primer Irak kini tengah memasuki periode krusial dengan sisakan dua pekan lagi untuk dimainkan.
Dua klub tradisional, Al Zawra'a dan Al Quwa Al Jawiya, tengah bersaing ketat memastikan gelar juara buat kampanye 2017/18 ini. Tim yang disebut pertama jadi favorit, karena unggul enam poin dari sang rival.
Titik krusialnya hadir dalam duel akhir pekan lalu, di mana Al Zawra'a berhasil meraih kemenangan susah payah atas Baghdad lewat skor 1-0, usai menyaksikan Al Quawa Al Jawiya berpesta lima gol tanpa balas ke gawang Al Hussein.
AFC Social MediaKemenangan penting itu membuat Al Zawra'a wajib berterima kasih ada bek tangguhnya, Hussein Jwayed. Pemain berusia 25 tahun ini menampilkan performa eksepsional dalam partai tersebut.
Baghdad bukanlah lawan enteng dan duel dimainkan di depan pendukung tim Ibu Kota yang fanatik. Tidak heran bila kemudian Al Zawra'a dibuat menderita, dengan begitu didominasi sepanjang babak pertama.
Namun secara mengejutkan, Baghdad tidak pernah benar-benar mengancam gawang Al Zawra'a. Serangan mereka selalu gagal di tengah jalan, mayoritas karena aksi disiplin Jwayed. Anggota timnas Irak ini unggul di udara, cerdas dalam melepas tekel, dan urung lakukan disposisi.
Berakhir imbang kacamata ketika turun minum, performa Jwayed semakin memuncak di babak kedua. Tak hanya pertahankan kekukuhan di belakang, tapi pemain kelahiran Aleppo, Suriah, itu juga memaksimalkan keahliannya mengeksekusi bola mati.
Pada menit ke-53, Al Zawra'a mendapat hadiah penalti dari skema serangan balik yang mereka lancarkan. Dengan begitu tenang, sepakan kaki kanan Jwayed dari titik putih mantap merobek jala Baghdad. Skor 1-0 untuk tim tamu dan bertahan hingga pertandingan usai.
Hasil ini membuat Al Zawra'a hanya butuh satu poin lagi untuk pastikan gelar juara, dalam dua pekan yang tersisa. Gelar juara Liga Primer Irak semakin dekat dan Jwayed pun layak jadi pilihan Goal Indonesia untuk jadi pemain terbaik Asia pekan ini!
. . .


