Sejumlah pemain yang mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-18 kelompok kedua hanya bisa pasrah bila pelatih Shin Tae-yong tidak memanggil nama mereka ke dalam program berikutnya.
Tae-yong sebelumnya mengaku tidak terlalu puas dengan kemampuan pemain yang mengikuti TC kelompok kedua. Dibandingkan peserta kelompok pertama, Tae-yong menganggap peserta TC terakhir tak memuaskan. Tidak hanya dari segi postur tubuh, tapi juga kemampuan para pemain.
Pelatih asal Korea Selatan itu akan mengajukan beberapa nama lagi untuk mengikuti TC kelompok ketiga pada minggu depan. TC ini dijadwalkan akan dimulai, Senin (13/9).
Salah satu peserta TC kelompok kedua, Ronaldo Kwateh, mengungkapkan, ia masih menyimpan harapan kembali dipanggil pada tahapan berikutnya. Jika akhirnya tidak dipanggil, Ronaldo tidak ingin berkecil hati.
“Untuk peluang, yang penting saya memberikan yang terbaik saja. Untuk masalah dipilih atau tidaknya, saya serahkan kepada tim pelatih, dan semoga saya bisa dipilih masuk tim ini. Saya akan terus berlatih lagi secara konsisten agar motivasi saya tercapai,” tutur Ronaldo dikutip laman resmi PSSI.
“Untuk teman-teman yang lain, saya hanya bisa katakan tetap semangat latihan, dan harus bisa lebih semangat lagi. Semoga kita bisa bertemu kembali.”
Pemain Madura United berusia 16 tahun ini menambahkan, ia mendapatkan pengalaman baru selama dilatih Tae-yong. Menurutnya, program latihan yang diberikan cukup berbeda dibandingkan di klub.
“Saya bersyukur bisa dipanggil dan dipercaya coach Shin untuk melakoni pemusatan latihan. Saya belajar banyak darinya. Mulai dari kontrol dan passing bola saja sudah diperhatikan dengan detail dan seksama, terus dari segi fisik juga,” kata Ronaldo.
“Hari pertama sudah dikasih materi fisik, cukup berat juga. Tiga hari berturut-turut juga ada gim internal, baru hari ini (kemarin) recovery. Ya cukup beda.”
Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan Edgard Amping. Penggawa PSM Makassar ini menilai perbedaan yang dia rasakan hanya beda tipis. Seperti halnya Ronaldo, Edgard juga berharap kembali dipanggil Tae-yong.
“Perbandingannya tidak terlalu banyak. [Perbedaannya] Hanya lebih ketat dan disiplin di sini. Kami dianjurkan pantang menyerah. Yang didapat selama TC adalah untuk tidak cepat menyerah, terus kerja keras di lapangan, dan berusaha semaksimal mungkin,” ucap Edgard.
“Selain itu di sini juga saya bisa bermain bola lagi dengan level berbeda bersama-sama teman-teman lain yang berasal dari daerah beragam. Tentu ada kepuasan tersendiri.”
“Motivasi saya pastinya ingin dipanggil kembali untuk pelatihan timnas ini, bisa masuk skuat ini dan berjuang untuk negara. Saya sangat yakin bisa masuk timnas.”


