Nasib lanjutan Liga 1 musim ini masih menggantung. Situasi tersebut membuat pemain senior Borneo FC Sultan Samma kecewa, karena sangat mengharapkan kompetisi bisa dilangsungkan.
Seluruh klub telah sepakat melanjutkan Liga 1 musim ini pada 1 November mendatang setelah menggelar rapat bersama PSSI dan PT Liga Indonesia (LIB), di Yogyakarta, kemarin (13/10). Akan tetapi, Kepolisian Republik Indonesia, bersikukuh tidak mengeluarkan izin keramaian.
Alasannya, karena masih belum berakhirnya virus corona di Tanah Air. Selain itu, Kepolisian Republik Indonesia juga sedang fokus untuk mempersiapkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Bila izin benar tidak diberikan, PSSI telah menyiapkan opsi lain. Kompetisi bakal dilangsungkan pada Desember atau Januari tahun depan dengan mengubah format menjadi dua wilayah seperti beberapa tahun yang lalu.
"Buat kepolisian, saya sangat menyesalkan hal tersebut. Kita ini olahraga yang diisi atlet profesional dan kita sudah menjalankan protokol yang benar. Swab dua minggu sekali demi kelanjutan liga dan pertandingan sudah jelas tanpa adanya penonton. Apa yang ditakutkan lagi?," tanya Sultan dikutip laman resmi klub.
Borneo FCPesepakbola berusia 34 tahun tersebut berharap Kepolisian Republik Indonesia, berubah pikiran dengan mengeluarkan izin keramaian untuk lanjutan Liga 1 musim ini. Ia menyebut tak hanya pemain dan klub saja yang mencari uang dari bergulirnya kompetisi.
"Saya berharap Liga segera mendapatkan izin dari kepolisian, karena ini menanggung nasib orang banyak di sekeliling dunia persepakbolaan Indonesia," ujar eks pilar Bali United tersebut.
Sultan menilai aneh bila lanjutan Liga 1 musim ini tidak dapat dilangsungkan. Hal itu mengacu dengan sejumlah negara lain yang tetap melaksanakan kompetisi meski virus corona belum berakhir.
"Nasib persepakbolaan Indonesia tergantung adanya liga, nasib timnas [Indonesia] juga tergantung liga. Jika liga tak jalan, maka timnas suatu negara tidak dapat diakui di dunia. Jadi sepatutnya dan seharusnya berjalan, karena di semua liga yang ada sudah melanjutkan kompetisi. Hanya negara Indonesia kita ini saja yang belum," tutur pria kelahiran Samarinda tersebut.


