LIPUTAN DONI AHMAD DARI MEDAN
Manajemen PSMS Medan mengakui kesulitan mempertahankan sejumlah pemain pilar setelah mereka meminta kenaikan nilai kontrak sekalipun tim Ayam Kinantan berlaga di Liga 2 pada musim 2019.
Sedikitnya tujuh pemain gagal dipertahankan, yakni Rachmad Hidayat yang hijrah ke Bhayangkara FC, Gusti Sandria (Bali United), Abdul Azis, Erwin Ramdani, Frets Butuan (Persib Bandung) serta Roni Fatahillah dan Antoni Putro yang mengadu nasib di Kalteng Putra.
Sekretaris PSMS Julius Raja mengatakan, manajemen berusaha meyakinkan pemain yang masih bertahan agar tidak meninggalkan tim. Menurut Raja, PSMS tidak mungkin mengandalkan pemain yang kini sedang mengikuti seleksi.
“Masih ada yang mau bertahan, seperti Fredyan [Wahyu], Danie [Pratama], Legimin [Raharjo], Alwi [Slamet] dan lainnya. Memang belum negosiasi. Saat ini pemikiran pemain-pemain kita sudah berubah,” ujar Raja.
“Harganya naik lebih dari Liga 1 lalu. Misalnya dulu di Liga 1 Rp200 juta, sekarang minta Rp500 juta, karena ditawar tim lain lebih besar. Kondisi kami masih seperti ini. Yang paling penting kami mencari dana untuk mengikat pemain. Saat ini belum ada.”
“Memang enggak mungkin kami cuma mengandalkan yang ini [seleksi] saja. Tapi pelatih pasti punya catatan, mana yang bisa diharapkan. Pasti butuh pemain yang berpengalaman dan sudah jadi. Kami serba salah.”
Di lain sisi, pelatih Abdul Rahman Gurning menyerahkan sepenuhnya ke manajemen terkait perekrutan pemain. Menurutnya, ia sudah berusaha berkomunikasi dengan beberapa nama, namun manajemen belum bisa menjanjikan waktu untuk mengikat pemain.
“Secara pribadi memang sudah saya hubungi. Kalau saya memang maunya manajemen yang datangkan semua. Susah menghubungi mereka kalau belum ada kejelasan dana. Kalau sudah ada, mereka bisa mulai latihan digabung dengan yang ada sekarang. Sambil berjalan baru nanti terus disusutkan sampai 25 pemain,” kata Gurning. (gk-71)
Goal Indonesia