Menggelontorkan dana secara jor-joran dalam kurun setahun terakhir, Jiangsu Suning baru bisa merasakan nikmatnya bersaing di papan atas Liga Super Tiongkok (CSL) pada kampanye 2018 ini.
Dari 11 pekan yang sudah dihelat CSL, empat kali Jiangsu memimpi klasemen. Mereka kini ada di peringkat empat, dengan hanya terpaut empat poin saja dari Shanghai SIPG yang duduk di singgasana.
Berada dalam trek yang tepat mengejar kejayaan, banyak mengira Jiangsu sukses hanya dengan andalkan penggawa-penggawa mahal layaknya Ramires atau Alex Teixeira. Faktanya mereka juga mengintegrasikannya dengan pemain lulusan akademinya sendiri.
Salah satunya dan yang paling fenomenal adalah winger lincahnya, Zichang Huang. Usianya baru 21 tahun dan baru lakoni musim perdananya di tim senior, tapi peran Huang di pos winger kanan langsung tak tergantikan.
Huang bahkan selalu dipasang di starting XI oleh pelatih Jiangsu, Cosmin Olaroiu. Pemain berpostur 170 centimeter itu tak menyiakan kepercayaan yang didapat, dengan sudah ceploskan lima gol dan dua assist.
Statistik gol-nya bahkan membuat Huang juga jadi topskor lokal kedua CSL setelah Wu Lei. Pada Mei ini, dirinya semakin bersinar dengan torehkan tiga gol dan satu assist. Termasuk gol tunggalnya ke jala DL Yifang di pekan kesepuluh lalu.
Tidak heran bila pada 26 Mei lalu, Huang dipanggil Marcelo Lippi untuk mengukir caps perdana bersama timnas Tiongkok. Dalam debutnya, dia mampu tampil menonjol yang membuat sang Maestro Italia kembali memasukkannya ke dalam skuat pada jeda internasional kali ini.
Segudang alasan yang terpapar di atas membuat redaksi Goal Indonesia tak kuasa menjadikan Huang, sebagai pemain muda terbaik Asia Mei ini. Anda pun wajib menaruh perhatian padanya, yang dipercaya bakal jadi pemain besar dalam kebangkitan sepakbola Tiongkok!
