2017-07-31-hayao-kawabe

Pemain Muda Terbaik Asia April: Hayao Kawabe

Jika Anda sempat menaruh perhatian pada gelandang sayap lawas-elegan layaknya Diego Fuser atau mungkin Robert Pires, Anda bakal tersadar jika tipe sayap "lembek" di sepakbola modern kini mulai lenyap.

Kegesitan Fuser maupun Pires memang tidak sesuai standar sepakbola modern yang sekarang lebih cepat. Namun jangan pernah ragukan kualitas teknis, dribel, dan akurasi operan atau umpan silang mereka.

Mematikan! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya dan jadi alasan utama mengapa mereka jadi legenda di Lazio dan Arsenal. Sulit untuk sekarang mencari sayap elegan seperti mereka, tapi belakangan karakter itu muncul dari bakat muda Jepang, Hayao Kawabe.

2017-07-31-hayao-kawabe

Sudah jadi bintang di tim junior Sanfrecce Hiroshima bahkan diikat kontrak profesional ketika usianya baru 18 tahun, Kawabe matang tatkala dipinjamkan selama tiga musim di Jubilo Iwata. Dia pun kembali ke Sanfrecce di awal musim 2018 ini, di usianya yang menginjak 22 tahun.

Salah satu alasan mengapa dirinya sempat gagal di periode awal bersama Sanfrecce dan dipinjamkan begitu lama di Jubilo, adalah karena karakter permainannya yang dinilai kurang agresif. Sampai akhirnya pelatih Sanfrecce musim ini, Hiroshi Jofoku, melihat sesuatu yang spesial dari Kawabe.

Berposisi asli sebagai playmaker, Kawabe jelas tak punya tempat dalam formasi andalan 4-4-2 Sanfrecce. Secara brilian Jofoku lantas menempatkan pemain berpostur 178 centimeter itu di posisi gelandang sayap kanan, sesuai kaki dominannya.

Hasilnya cemerlang, karena Kawabe jadi bagian integral keberhasilan Sanfrecce pimpin klasemen sementara saat ini. Dia bahkan dipilih redaksi Goal Indonesia untuk jadi pemain terbaik Asia edisi April 2018.

Kawabe memang tidak sajikan agresivitas di tepi lapangan, tapi dia mampu mengalirkan bola dengan begitu baik untuk memanjakan para penyerang. Entah dengan dribel, umpan terobosan mematikan atau umpan silang super-akurat, baik dari tepi maupun tengah lapangan.

Sudah dua assist dikoleksi dari 11 penampilannya di J-League 2018. Performa terbaiknya muncul saat Sanfrecce menghajar Yokohama Marinos 3-1. Tidak mencetak gol memang, tapi Kawabe berkontribusi dalam ketiga gol yang terjadi.

Pertama umpan panjangnya akibatkan penalti, kedua tembakan menyusur tanahnya menstimulasi Patric masuk papan skor, terakhir umpan cerdiknya ke Patric membuat pemain asal Brasil itu mudah saja ceploskan bola ke gawang kosong.

Ironisnya hingga detik ini Kawabe sama sekali belum mengukir caps bersama timnas Jepang. Impian untuk ikut ke Piala Dunia 2018 pun amat tipis, karena sisa waktu yang sanga singkat. Satu hal yang pasti, apa yang ditunjukkannya sejauh ini membuat Samurai Biru tak perlu khawatir karena mereka masih miliki satu lagi bakat genius sepakbola.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1.AFC Kembali Denda Persija
2.Kena Tekel Horor, Kaki Mandzukic Butuh Sepuluh Jahitan
3.Kontroversial, Spalletti Tak Terima Kekalahan Di Derby D'Italia
4.Membedah Warisan Juara Cristiano Ronaldo
5.Potensi Grup Neraka Di Piala AFF 2018
Iklan
0