Penyerang Maroko U-17 Anas Alaoui mengakui faktor mental akan memberikan pengaruh saat menghadapi tuan rumah timnas Indonesia U-17 dalam matchday pamungkas Grup A Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis (16/11) malam WIB.
Maroko saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan tiga poin, diikuti timnas U-17 yang tertinggal satu angka. Kemenangan menjadi satu-satunya cara untuk lolos otomatis ke 16 Besar tanpa harus menjadi satu dari empat tim peringkat ketiga.
Alaoui mengakui kekalahan dari Ekuador di matchday kedua sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap psikologi pemain. Namun kondisi itu harus bisa diatasi segera supaya mereka bisa memperlihatkan performa bagus di laga pamungkas.
“Kami harus menjaga peluang lolos dan mencetak gol, dan Insya Allah di pertandingan berikutnya kami akan tampil lebih baik,” ujar pemain bernomor punggung 7 ini.
“Kami harus menjaga kekuatan mental pada pertandingan berikutnya, sehingga kami dapat mengamankan tiket ke 16 Besar.”
Pernyataan tidak jauh berbeda disampaikan Ayman Ennair. Ujung tombak Maroko ini mengutarakan, mereka membidik kemenangan di laga terakhir selepas membuang kesempatan di matchday kedua.
“Itu (melawan Ekuador) adalah pertandingan yang sulit, di mana kami tidak ditakdirkan untuk menang. Kami berharap bisa meraih kemenangan di laga ketiga untuk memastikan lolos,” ucap Ayman.
“Kami akan bekerja keras untuk lolos ke babak berikutnya, Insya Allah. Pertandingan berikutnya akan menentukan, dan kami berharap bisa memenangkannya,” tambah kapten tim Abdelhamid Ait Boudlal.
Sementara penjaga gawang Taha Benrhozil menyatakan, kekalahan dari Ekuador bukan sesuatu yang harus diratapi berlarut-larut. Benrhozil berkaca dari perjalanan Maroko di turnamen Piala Arab.
“Kami harus belajar dari kesalahan itu, dan ini bukanlah kiamat. Kami sekarang harus bersiap untuk pertandingan ketiga. Kami kalah di pertandingan pertama Piala Arab, namun kami berhasil mencapai final. Saya menaruh kepercayaan penuh kepada teman-teman,” imbuh Benrhozil.
