Karim Benzema Carlo Ancelotti Real Madrid 2021-22  GFXGetty/Goal

Buaian Karim Benzema & Bahaya 'Gaji Buta', Real Madrid Cuma Sejengkal Dari Bencana

Real Madrid boleh di puncak, tetapi krisis siap menjemput jika Karim Benzema cedera.

Bahkan dengan meledak-ledaknya bomber Prancis itu, dan nestapa tak berkesudahan yang sedang dihadapi sang musuh bebuyutan, Barcelona, klub ibukota Spanyol itu terus diselimuti kegelisahan.

Pasukan Carlo Ancelotti dipaksa bermain imbang tanpa gol oleh Villarreal di kandang sendiri, sebelum kehormatannya dicederai tim antah-berantah, Sheriff Tiraspol, di Liga Champions. Klub kecil dari Moldova itu menorehkan kemenangan bersejarah 2-1 di hadapan publik Santiago Bernabeu yang mungkin terpaksa tutup muka saking malunya.

Di kandang Espanyol, Madrid kembali menelan kekalahan dengan skor yang sama, kekalahan pertama mereka dari 25 laga La Liga. Sungguh sebuah pembukaan musim yang 'nano nano'.

Rentetan kemenangan di awal tampak membuat memulangkan Ancelotti sebagai langkah brilian tetapi begitu dilihat lebih dekat, keriput mulai terlihat.

Mereka butuh dua gol telat untuk mengalahkan Valencia, dan gol pemenang Rodrygo di menit ke-89 saat bertandang ke Inter Milan memastikan kemantapan langkah di Eropa.

Andai Madrid tak pulang dari San Siro dengan poin penuh, kekalahan atas Sheriff bisa membuat Ancelotti di ujung tanduk.

Kehadiran pelatih asal Italia itu sebagai pengganti Zinedine Zidane tidak terlalu disambut dengan suka cita, karena terasa seperti 'tambalan' saja mengingat tak ada opsi lain.

Bagaimana tidak, capaian Ancelotti di Everton betul-betul semenjana, kehabisan bensin setelah start yang solid.

Beberapa pihak was-was kemerosotan Madrid sudah dimulai meski sempat melakukan rentetan pembantaian, termasuk menang 5-2 atas Celta Vigo, mengalahkan Alaves 4-1, dan mencukur Real Mallorca 6-1.

Beberapa yang lain justru membela dengan menggarisbawahi banyaknya cedera pemain. Sebuah pembelaan yang kurang meyakinkan, apalagi karena beberapa tahun ke belakang, pelatih-pelatih Madrid bisa mengatasinya.

Carlo Ancelotti Real Madrid 2021-22 GFXGetty/Goal

Pun di sektor pertahanan, Madrid babak belur sepeninggal Raphael Varane dan Sergio Ramos--palang pintu utama mereka selama satu dekade terakhir--ke Manchester United dan PSG.

Memang, Nacho dan Eder Militao terkadang menunjukkan kebolehannya musim lalu, tetapi begitu dipercaya sebagai pilihan utama, mereka malah keropos, terutama Nacho.

David Alaba-lah bek tengah terbaik Madrid, tetapi sayangnya ia juga bek kiri terbaik mereka, setidaknya sampai cedera Ferland Mendy sembuh. Ancelotti dilema harus menempatkannya di mana, dengan Miguel Gutierrez menjanjikan tetapi rawan blunder.

Ancelotti sudah menggunakan kombinasi enam lini pertahanan di 10 pertandingan pertama Madrid musim ini, ia menambal-sulam (khususnya) posisi bek sayap.

Kegoyahan ini cuma menambah beban, dengan tiga nirbobol yang mereka catatkan adalah berkat heroisme Thibaut Courtois.

Di sektor lain, utak-atik Ancelotti juga tak terlalu meyakinkan. Pergeseran Marco Asensio ke ruang mesin menghasilkan hattrcik darinya ke gawang Mallorca, tetapi malah jadi sumber masalah saat menghadapi Villarreal, mengingat mereka tak mampu mengontrol jalannya laga.

Ia mengawali musim dengan memercayai Gareth Bale dan memarkir Vinicius Junior, tetapi pemain Brasil itu merebut posisi Bale tanpa mampu mempertahankan performanya. Eden Hazard masih mengalami masalah klasik yang mulai terasa basi: meski kadang menunjukkan kelas yang membuatnya diboyong dari Chelsea, ia tak bisa menjaga kebugaran.

Eduardo Camavinga memang tampak mendebarkan setelah tiba dari Rennes, tetapi belum mengunci posisi pasti di dalam tim. Pun dirinya, Asensio, dan Fede Valverde sebagai trio gelandang anyar masih belum padu.

Casemiro bukan solusi yang bisa diandalkan, selain sedang menepi karena infeksi gigi, musim ini boleh dibilang sebagai penampilan terburuknya sejak pertama-tama disulap menjadi gelandang perusak.

"Akhir-akhir ini hidup Ancelotti di Valdebebas tertekan," tulis Marca beberapa hari lalu.

Kylian Mbappe Karim Benzema France Nations League 2021 GFXGetty/Goal

Sebagian besar skuadnya sedang tugas negara, sementara Dani Ceballos, Dani Carvajal, Bale, Isco, dan Mariano cedera.

Jadwal Madrid kosong akhir pekan ini karena laga mereka kontra Athletic Bilbao ditunda gara-gara protokol Covid mengintervensi pemain Amerika Selatan mereka. Praktis, mereka memiliki jeda tiga pekan.

Namun bisa jadi kurang produktif, karena pemain yang tersedia bagi Ancelotti sedikit betul.

"Kami mesti berkaca mengapa perilaku tim berubah," ujarnya. Kini ia punya waktu yang banyak untuk merenenung.

Ini juga saatnya membayangkan bagaimana Kylian Mbappe akan dimainkan musim depan. Bomber PSG itu dikabarkan menjadi target utama Madrid, ogah memperpanjang kontrak di Paris, dan menurut rekan barunya, Lionel Messi, "lancar berbahasa Spanyol."

Musim ini rawan menjelma menjadi musim penuh penantian bagi Madrid, dan bisa merusak fokus mereka. Madridista memuja-muja gol kemenangan striker 22 tahun itu ke gawang Spanyol di final Nations League, Senin (11/10) dini hari, dan kerekatannya dengan Benzema di lapangan.

Benzema mencetak gol penyeimbang brilain ke gawang La Roja dan sejauh ini nyaman sebagai topskor La Liga dengan sembilan gol.

Perannya begitu krusial bagi Madrid, karena ia juga pemberi assist terbanyak di liga dengan tujuh torehan dari delapan laga.

Penampilan Benzema-lah yang menempatkan Los Blancos di puncak La Liga dengan 17 poin dari delapan laga bersama Atletico Madrid dan Real Sociedad.

Meski begitu, Ancelotti cs tak boleh berpuas diri karena tak ada yang bisa menepis bahwa performa (dan hasil) mereka mulai mengkhawatirkan.

Tak bisa dibayangkan jika Benzema cedera. Bisa-bisa Madrid terjun bebas jika pemain lain terus-terusan 'memakan gaji buta'.

Iklan

ENJOYED THIS STORY?

Add GOAL.com as a preferred source on Google to see more of our reporting

0