Manajer timnas Indonesia Sumardji mengaku belum bisa memastikan kedatangan sejumlah pemain yang merumput di kompetisi luar negeri, terutama Eropa, untuk bergabung ke pemusatan latihan (TC) skuad Garuda di Turki.
PSSI telah merilis 29 nama pemain untuk mengikuti TC di Turki pada bulan ini hingga 6 Januari sebagai persiapan menghadapi Piala Asia 2023 di Qatar. Namun hanya 19 pemain yang bertolak dari Jakarta, Rabu (20/12). Sedangkan Yance Sayuri tidak dibawa, karena sedang memulihkan cedera.
Dari 29 pemain itu, 11 di antaranya berkarir di luar negeri. Bek klub K League 2 Korea Selatan Jeonnam Dragons, Asnawi Mangkualam Bahar, dan Pratama Arhan (Tokyo Verdy) sudah berangkat dari Jakarta bersama rombongan.
Mantan bek klub Norwegia Viking FK Shayne Pattynama bergabung dengan tim di Bandara Istanbul. Sedangkan penggawa klub Belgia KMSK Deinze Marselino Ferdinan sudah tiba lebih dulu dibandingkan rombongan besar.
Kapten Johor Darul Takzim Jordi Amat dan Saddil Ramdani (Sabah FC) baru menyelesaikan pertandingan mereka di Malaysia Super League (MSL) pada akhir pekan kemarin.
PSSISementara Justin Hubner (Wolverhampton Wanderers), Elkan Baggott (Ipswich Town), Sandy Walsh (KV Mechelen), Ivar Jenner (Jong Utrecht), dan Rafael Struick (ADO Den Haag) belum bergabung, karena klub mereka masih bertanding hingga akhir bulan ini.
Sumardji mengutarakan, sejumlah pemain sudah memberikan informasi mengenai kedatangan mereka di Turki, termasuk Hubner. Untuk nama terakhir yang belum lama ini menyandang status warga negara Indonesia, Sumardji mengaku lupa dengan tanggal kedatangannya.
“[Hubner] Sudah. Saya lupa tanggalnya tapi sudah ada. [Yang lainnya] Variatif. Jadi ada yang datang [Kamis] sore ini, ada tanggal 22 Desember. Yang belum memberikan jadwal juga ada,” kata Sumardji dikutip laman kantor berita Antara.
Sedangkan terkait Yance, Sumardji menyatakan, kondisi full-back PSM Makassar ini diketahui ketika menjalani tes medis satu hari sebelum rombongan bertolak ke Turki.
“Kami medical check up, dia cedera, sehingga direkomendasikan untuk tidak dibawa, dan dilakukan terapi di klub. Kami juga mengupayakan penyembuhan atau terapi di PSSI juga silakan, karena alatnya lebih lengkap,” jelas Sumardji.
