Nasib lanjutan Liga 1 musim ini yang tidak ada kejelasan membuat pemain Borneo FC Andri Muliadi kecewa. Menurutnya, persiapan yang sudah dilakukan timnya menjadi sia-sia.
Sampai sekarang tidak ada kepastian lanjutan Liga 1 musim ini jadi digelar 1 November mendatang atau tidak. Penyebabnya, Kepolisian Republik Indonesia enggan mengeluarkan izin keramaian karena belum berakhirnya pandemi virus corona dan bakal diadakannya Pemilihan Kepala Daerah.
Situasi tersebut membuat Borneo FC meliburkan para pemainnya dari aktivitas latihan. Sejumlah pemain termasuk Andri, memilih pulang ke kampung halamannya untuk bertemu dengan keluarga masing-masing.
"Saya sebagai pemain tentunya pasti sedikit kecewa ya, karena kami sebagai pemain sudah melakukan persiapan selama kurang lebih dua bulan, terus dapat kabar pertandingan ditunda dan sampai sekarang belum ada kejelasan yang pasti dari operator liga kapan bisa digulirkan kembali liga kita ini," kata Andri dikutip laman resmi klub.
Pesepakbola berusia 27 tahun tersebut menyebut bergulirnya kompetisi sangat penting untuk pemain dan klub. Namun, ia sekarang hanya bisa pasrah setelah Liga 1 dihentikan sejak pertengahan Maret lalu akibat pandemi virus corona melanda.
Borneo FC"Dengan kejadian seperti ini kami sebagai pemain juga sangat dirugikan karena kami pemain ini pastinya sangat membutuhkan kompetisi karena kami sebagai pemain bisa berkembang dan berprestasi hanya lewat kompetisi yang sehat. Tapi apa boleh buat, inilah yang terjadi sama kita sekarang," ujarnya.
Andri masih berharap lanjutan Liga 1 musim ini bisa dilangsungkan kembali. Oleh karena itu, ia menginginkan PT Liga Indonesia Baru (LIB), segera mengasih kabar nasib kompetisi.
"Harapan saya sebagai pemain ya tentunya semoga secepatnya ada kejelasan dari operator liga kapan bisa bergulir kembali liga Indonesia kita ini. Dan semoga ke depan liga Indonesia bisa lebih baik lagi agar kita pemain Indonesia bisa berkembang dan berprestasi dengan baik. Aamiin," ucapnya.
Selain itu, Andri memastikan tetap menjaga kondisinya, meski sekarang sedang berada di kampung halamannya, Aceh. Ia setiap hari menjalankan latihan mandiri di rumahnya.
"Saya banyak menghabiskan waktu bermain sama anak saya, Shakiel. Apalagi selama kurang lebih dua bulan ini saya sangat merindukan Shakiel. Sambil latihan juga bersama klub kampung saya, karena Latihan itu sudah kewajiban bagi kita semua pemain bola profesional."


