- Jadwal padat membuat Varane kelelahan
- Varane bersiap menyambut anak ketiganya
- Ingin memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga
APA YANG TERJADI? Raphael Varane mengungkapkan alasannya mundur dari tim nasional Prancis, meski berada dalam puncak performa, mengingat usianya belum mencapai genap 30 tahun. Salah satunya adalah jadwal pertandingan yang terlalu padat. Bek Manchester United itu mengungkapkan tentang bagaimana dia harus secara konsisten bermain di level tertinggi yang justru mendatangkan kerugian buat dirinya, dan membuatnya mengambil keputusan sulit berhenti bermain untuk Prancis.
APA YANG DIKATAKAN: Dalam wawacaranya dengan Canal+, Varane mengutarakan dirinya tercekik dengan jadwal padat, dan melupakan perannya sebagai manusia: “Saya memberikan segalanya, secara fisik dan mental. Tapi berada di level paling tinggi seperti mesin cuci, Anda bermain sepanjang waktu, dan tidak pernah berhenti. Kami menjalani jadwal yang padat, dan bermain tanpa henti. Saat ini, saya merasa seperti tercekik, dan status sebagai pemain melahap saya sebagai manusia.”
GAMBARAN BESAR: Varane telah menjadi bagian timnas Prancis sejak 2013, dan membantu mereka meraih juara dunia pada 2018, dan selanjutnya merengkuhh mahkota di UEFA Nations League 2021. Varane turut ambil bagian ketika Prancis tampil sebagai runner-up Piala Dunia 2022. Bahkan Varane disebut bakal mendapatkan ban kapten dari pelatih Didier Deschamps selepas Hugo Lloris memutuskan mundur dari tim nasional.
DALAM FOTO:
(C)Getty Images
Getty Images
GettyAPA SELANJUTNYA? Faktor keluarga juga disebut sangat menentukan dalam pengambilan keputusan. Varane akan segera menyambut anaknya yang ketiga, sehingga dapat lebih menghabiskan waktu bersama keluarganya. Keputusan gantung sepatu dari tim nasional itu pun membuat Varane kini bisa sepenuhnya berkonsentrasi ke United.


