Erik Paartalu Bengaluru FCISL Media

Pemain Australia Frustrasi Tak Bisa Tinggalkan India

Gelandang Bengaluru FC, Erik Paartalu, merasa frustrasi setelah dirinya tidak bisa pulang kampung akibat pemerintah Australia sudah menutup pintu penerbangan dari India terkait pandemi virus Corona.

India belakangan ini menjadi sorotan dunia, menyusul jumlah kasus pandemi virus mematikan tersebut sangat tinggi. Bahkan India disebut telah dilanda tsunami COVID-19.

Berdasarkan pemberitaan Sky News, hari ini tercatat ada 401.993 angka kasus, dan dalam 24 jam terarkhir telah merengut 3.523 jiwa. Secara keseluruhan, jumlah korban meninggal dunia akibat pandemi di India mencapai 211,853 sesuai data yang dikeluarkan pemerintah setempat. Situasi ini membuat sejumlah pemain dan pelatih asing meninggalkan India.

Goa FC terpaksa menjalani pertandingan babak pendahuluan Liga Champions Asia (LCA) melawan klub Uni Emirat Arab (UEA) Al Wahda, Kamis (29/4), tanpa pelatih asal Spanyol Juan Ferrando, pelatih fisik Javi Gonzalez, serta trio Negeri Matador lainnya, Edu Bedia, Ivan Gonzalez, dan Jorge Ortiz yang pergi satu hari sebelumnya.

Sedangkan James Donachie sudah pulang ke Australia terlebih dulu sebelum adanya penutupan pintu masuk Negeri Kanguru. Sayangnya, Paartalu terlambat mengambil keputusan, sehingga tak bisa mengikuti jejak kompatriotnya tersebut. Akibatnya, ia tidak bisa masuk Australia.

“Sebagai warga Australia yang sudah bekerja empat tahun di India, saya belum pernah merasakan jauh seperti ini. Saya tidah mengerti bagaimana bisa kalian (pemerintah Australia) menolak warganya sendiri untuk pulang ke ruah, terutama ketika di sana ada kebijakan tempat penginapan untuk karantina,” cuit Paartalu di akun Twitter pribadinya.

“Saya sudah bekerja dengan sistem terisolasi selama tujuh bulan di India, dan menjadi hal yang luar biasa buat saya dan ribuan orang lainnya yang ingin pulang ke Australia. Saya berharap pemerintah tidak melaksanakan apa yang sedang mereka coba terapkan.”

“Saya memahami setiap orang sangat menaruh perhatian terhadap level penularan di sini, dan kemungkinan adanya varian baru. Tapi bukankah ada hotel karantina 14 hari? Semoga situasi ini bisa berakhir bagus bagi warga Australia yang ada di India.”

Iklan
0